TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Potensi produk kriya lokal Berau dinilai sangat besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, keunikan produk saja dianggap belum cukup.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia para perajin menjadi faktor utama agar produk lokal mampu naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dekranasda Berau, Edy Suswanto, yang menegaskan bahwa penguatan kapasitas perajin harus menjadi perhatian serius dalam upaya mengembangkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
Menurutnya, kualitas sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku atau motif yang digunakan, tetapi juga kemampuan perajin dalam menciptakan inovasi, mengikuti tren pasar, hingga mengemas dan memasarkan produknya secara profesional.
“Perajin harus terus meningkatkan kemampuan agar kualitas produknya semakin baik,” ujarnya.
Edy menilai, perubahan tren dan kebutuhan konsumen yang berlangsung sangat cepat menuntut para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi. Produk yang diminati pasar saat ini belum tentu tetap diminati beberapa tahun ke depan apabila tidak diimbangi dengan inovasi dan peningkatan kualitas.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, program pengembangan SDM tidak boleh berhenti pada satu kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi proses panjang yang mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas produk.
“Pelatihan tidak boleh berhenti di satu kegiatan saja,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui pelatihan yang berkesinambungan, para perajin dapat memperkaya kemampuan mereka, mulai dari desain produk yang lebih modern, teknik produksi yang lebih efisien, pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Langkah tersebut dinilai penting agar produk kriya Berau tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar regional hingga nasional.
Lebih dari itu, Edy berharap pembinaan yang dilakukan dapat melahirkan produk-produk unggulan yang memiliki identitas khas Berau. Dengan sentuhan kreativitas dan kualitas yang terus ditingkatkan, produk lokal diyakini dapat menjadi representasi kekayaan budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah.
“Kita ingin produk lokal mampu bersaing dengan daerah lain,” tegasnya.
Menurutnya, para perajin Berau memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi yang tidak kalah dengan daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan nasional. Yang dibutuhkan saat ini adalah akses pembinaan, peningkatan kompetensi, serta ruang promosi yang lebih luas.
Edy juga menekankan bahwa upaya menciptakan produk unggulan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada perajin. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, dunia usaha, hingga masyarakat agar ekosistem ekonomi kreatif dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Kalau kemampuan terus diasah, saya yakin produk Berau bisa unggul,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





