TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta pemerintah kampung di Kabupaten Berau lebih fokus menyusun program yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan Anggaran Dana Kampung (ADK) dan Dana Desa (DD).
Menurutnya, besarnya anggaran yang dikucurkan setiap tahun harus mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga, bukan hanya digunakan untuk kegiatan seremonial maupun pembangunan yang manfaatnya kurang dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah kampung perlu mulai memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan ekonomi warga.
“Program kampung harus benar-benar pro terhadap masyarakat, dan bisa langsung mereka rasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sumadi menilai, pelatihan keterampilan menjadi salah satu program yang perlu diperbanyak di tingkat kampung. Dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat memperoleh kemampuan baru yang bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha maupun menambah penghasilan keluarga.
“Kalau ada pelatihan yang memberikan keahlian tentu itu sangat bagus dan harus berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan kampung saat ini tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pemerintah kampung juga harus mampu menciptakan masyarakat yang produktif dan mandiri melalui program pengembangan sumber daya manusia.
Ia mencontohkan, kampung-kampung yang memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan, UMKM hingga pariwisata seharusnya mulai diarahkan pada program pembinaan dan pendampingan masyarakat agar potensi tersebut dapat berkembang maksimal.
Selain itu, Sumadi mendorong pemerintah kampung agar lebih kreatif dalam menyusun kegiatan pemberdayaan. Ia menyebut kolaborasi dengan pihak ketiga seperti perusahaan, komunitas, lembaga pelatihan maupun pelaku usaha dapat menjadi langkah untuk menghadirkan program yang lebih efektif.
“Kalau kampung kreatif dan mau menggandeng pihak ketiga tentu hasilnya bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan ADK dan DD dilakukan secara transparan dan benar-benar mengutamakan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai anggaran besar yang diterima kampung setiap tahun tidak memberikan perubahan signifikan bagi warga.
“Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya,” terangnya.
Sumadi berharap seluruh kepala kampung dan aparatnya lebih serius dalam merancang program kerja tahunan agar kehadiran pemerintah kampung benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pemerintah kampung harus hadir dan benar-benar dirasakan masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





