TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan peninjauan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Berau menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk memastikan pelayanan pemotongan hewan berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Gamalis memantau langsung aktivitas operasional RPH, kondisi fasilitas, hingga kesiapan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berjalan setiap hari.
Ia menyebut, aktivitas pemotongan hewan di RPH Berau masih cukup tinggi. Berdasarkan data hingga Mei 2026, jumlah pemotongan tercatat telah mencapai 105 ekor sapi dengan rata-rata enam ekor per hari.
“Artinya aktivitas di RPH ini terus berjalan setiap hari dan pelayanan harus tetap maksimal,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Menurutnya, keberadaan RPH memiliki peran penting dalam menjaga standar kebersihan dan kesehatan daging yang dipasarkan kepada masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Iduladha.
Selain mengecek operasional, Gamalis juga menyoroti pentingnya perawatan fasilitas penunjang di area RPH agar aktivitas pemotongan tidak terganggu.
Ia mengungkapkan terdapat beberapa fasilitas yang perlu mendapat perhatian, salah satunya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas pemotongan dan lalu lintas sapi berbobot besar.
Meski demikian, Pemkab Berau memastikan pelayanan di RPH tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani.
Dalam kesempatan tersebut, Gamalis juga menyinggung adanya penurunan jumlah hewan yang masuk ke RPH menjelang Iduladha tahun ini. Jika tahun lalu jumlahnya mencapai sekitar 28 ekor, saat ini tercatat sekitar 14 hingga 15 ekor.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi semakin banyak masyarakat yang melakukan pemotongan hewan secara mandiri di masjid maupun lingkungan masing-masing dengan bantuan juru sembelih halal bersertifikasi.
“Sekarang sudah banyak pemotong bersertifikasi yang membantu pemotongan di masjid-masjid, sehingga sebagian masyarakat memilih memotong langsung di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Gamalis berharap pelayanan di RPH tetap terjaga dengan baik agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan proses pemotongan hewan berlangsung sesuai standar kesehatan dan kebersihan. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim
menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah untuk memastikan pelayanan pemotongan hewan berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Gamalis memantau langsung aktivitas operasional RPH, kondisi fasilitas, hingga kesiapan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berjalan setiap hari.
Ia menyebut, aktivitas pemotongan hewan di RPH Berau masih cukup tinggi. Berdasarkan data hingga Mei 2026, jumlah pemotongan tercatat telah mencapai 105 ekor sapi dengan rata-rata enam ekor per hari.
“Artinya aktivitas di RPH ini terus berjalan setiap hari dan pelayanan harus tetap maksimal,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Menurutnya, keberadaan RPH memiliki peran penting dalam menjaga standar kebersihan dan kesehatan daging yang dipasarkan kepada masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban saat Iduladha.
Selain mengecek operasional, Gamalis juga menyoroti pentingnya perawatan fasilitas penunjang di area RPH agar aktivitas pemotongan tidak terganggu.
Ia mengungkapkan terdapat beberapa fasilitas yang perlu mendapat perhatian, salah satunya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas pemotongan dan lalu lintas sapi berbobot besar.
Meski demikian, Pemkab Berau memastikan pelayanan di RPH tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani.
Dalam kesempatan tersebut, Gamalis juga menyinggung adanya penurunan jumlah hewan yang masuk ke RPH menjelang Iduladha tahun ini. Jika tahun lalu jumlahnya mencapai sekitar 28 ekor, saat ini tercatat sekitar 14 hingga 15 ekor.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi semakin banyak masyarakat yang melakukan pemotongan hewan secara mandiri di masjid maupun lingkungan masing-masing dengan bantuan juru sembelih halal bersertifikasi.
“Sekarang sudah banyak pemotong bersertifikasi yang membantu pemotongan di masjid-masjid, sehingga sebagian masyarakat memilih memotong langsung di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Gamalis berharap pelayanan di RPH tetap terjaga dengan baik agar mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan proses pemotongan hewan berlangsung sesuai standar kesehatan dan kebersihan. (Adv)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





