TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah yang memiliki akses jalan sempit. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penambahan alat pemadam api ringan (APAR) serta penyediaan hydrant di sejumlah titik strategis.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan dirinya sepakat dengan usulan legislatif terkait pentingnya penyediaan APAR di lingkungan masyarakat yang rawan terjadi kebakaran. Menurutnya, keberadaan APAR sangat penting sebagai penanganan awal sebelum api membesar.
“Saya sepakat dengan legislatif, untuk adanya APAR di daerah-daerah atau tempat yang aksesnya kecil dan padat penduduk,” ujarnya, Senin (18/5/26).
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah APAR yang saat ini sudah lama digunakan dan tidak lagi berfungsi optimal. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau dinilai perlu melakukan pengecekan serta kalibrasi ulang agar alat tersebut tetap siap digunakan sewaktu-waktu.
“Begitupun dengan APAR yang sudah ada karena sudah lama sehingga tidak bisa digunakan, jadi sudah waktunya dikalibrasi,” bebernya.
Selain APAR, pihaknya menilai keberadaan hydrant juga sangat dibutuhkan untuk menunjang penanganan kebakaran, khususnya di kawasan perkotaan maupun wilayah yang memiliki potensi risiko tinggi. Meski penyediaannya menjadi kewenangan pemerintah provinsi, ia berharap fasilitas tersebut tetap mendapat perhatian.
“Selain itu kita memerlukan hydrant, walaupun memang ini ranahnya provinsi. Kalau memang di luar daerah kota pasti ada dan perlu dijaga,” jelasnya.
Tak hanya sarana dan prasarana, Gamalis menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Menurutnya, peningkatan kapasitas personel perlu dilakukan melalui rekrutmen, pelatihan, hingga sertifikasi.
“Selain alat, SDM untuk Disdamkarmat juga perlu ada. Tentu akan kita usahakan adanya rekrutmen, pelatihan, hingga sertifikasi. Walaupun ini perlu dana dengan kondisi saat ini di tengah efisiensi,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





