TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau kembali mengalokasikan anggaran insentif bagi para tokoh agama di wilayah Bumi Batiwakkal. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap pengabdian para pembimbing rohani dalam membina umat serta mendukung pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Berau, Toto Marjito, mengatakan besaran insentif yang diterima tokoh agama saat ini mencapai Rp 1.250.000 per bulan.
Penerima insentif meliputi imam, pendeta hingga dai yang tersebar di empat kecamatan terdekat yang memiliki wilayah kelurahan. Penetapan penerima dilakukan berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Berau.
Menurut Toto, pemerintah kampung juga selama ini turut mendukung pemberian insentif bagi dai maupun pendeta melalui Alokasi Dana Kampung (ADK).
“Jumlah penerima yang sudah dimasukkan dalam daftar penerima akan masuk dalam SK. Itu yang menjadi dasar kami membayarkan insentif bagi pendeta, dai, imam dan lainnya,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan, pembaruan data penerima menjadi hal penting agar penyaluran insentif dapat berjalan tepat sasaran. Karena itu, pihaknya berharap adanya koordinasi aktif dari Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing wilayah apabila terdapat perubahan data penerima.
“Kalau ada penerima yang meninggal dunia, maka harus dibuatkan SK baru untuk penggantinya. Kami berharap KUA dapat terus berkoordinasi apabila ada update penerima yang meninggal atau ada pengganti,” katanya.
Selain pembaruan data, Pemkab Berau juga melakukan penyesuaian mekanisme pencairan insentif. Jika sebelumnya pembayaran dilakukan setiap bulan, kini pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Kebijakan tersebut diterapkan dengan pertimbangan efisiensi administrasi dan proses penyaluran anggaran agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.
Program insentif tokoh agama sendiri selama ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran para pemuka agama dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
Selain aktif membina umat, para tokoh agama juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Berau.
Toto berharap program tersebut dapat terus berjalan dan memberikan motivasi bagi para pembimbing rohani untuk tetap aktif dalam pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kita juga menegaskan komitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial serta pembinaan moral masyarakat di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





