TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau memastikan program beasiswa Berau Cerdas tetap dilanjutkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari janji politik yang tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah memang memengaruhi sejumlah program, termasuk beasiswa pendidikan. Namun, hal itu bukan berarti program Berau Cerdas dihentikan atau dibatalkan.
“Program beasiswa Berau Cerdas tentu saja tetap kita laksanakan sebaik-baik mungkin. Tetapi dengan adanya efisiensi anggaran saat ini, ada hal-hal yang mungkin menjadi protes buat kita,” ungkapnya.
Sri menekankan, penyesuaian yang dilakukan pemerintah murni mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah saat ini. Ia memastikan, seluruh janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan secara maksimal.
“Bukan berarti saya menutup dan membatalkan program tersebut, tidak. Tetap saya laksanakan, tetapi tentu saja dengan melihat kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab pelaksanaan program berada langsung di tangan kepala daerah. Karena itu, dirinya terus berupaya mencari formulasi terbaik agar program prioritas tetap berjalan meski ruang fiskal daerah mengalami tekanan.
“Saya berupaya untuk memaksimalkan seluruh janji politik saya. Karena penanggung jawabnya adalah bupati, bukan yang lain,” tegasnya.
Terkait kuota penerima beasiswa tahun ini, Sri mengaku belum memperoleh pembaruan data secara detail. Ia meminta agar informasi teknis mengenai jumlah kuota dapat ditanyakan langsung kepada pihak terkait.
Diakuinya, pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkab Berau tengah menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan program pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
“Meski demikian, komitmen kita untuk mempertahankan akses pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa Berau tetap menjadi perhatian utama,” kuncinya. (Adv)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





