• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
20MeiGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Hanya 5 dari 37, Lomba Pokdarwis Berau Disaring Ketat Demi Tiket ke Nasional

admin by admin
6 Mei 2026
in Berau
0
Hanya 5 dari 37, Lomba Pokdarwis Berau Disaring Ketat Demi Tiket ke Nasional

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Berau tahun ini tak lagi sekadar ajang seremonial tahunan. Dari total sekitar 37 Pokdarwis yang tersebar di berbagai kampung, hanya 5 peserta yang berhasil lolos seleksi untuk berkompetisi di tingkat kabupaten.

Penyusutan jumlah peserta ini bukan tanpa alasan. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, menegaskan bahwa standar seleksi kini mengacu pada kriteria nasional, sehingga hanya Pokdarwis yang benar-benar siap yang bisa ikut.

“Peserta harus sudah terdaftar dalam jejaring desa wisata nasional dan wajib memiliki SK Desa Wisata. Itu syarat utama,” jelasnya.

Tak hanya itu, regulasi juga melarang para juara lama untuk kembali bertanding. Desa wisata yang pernah menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional otomatis tersingkir dari daftar peserta.

Langkah ini, menurut Samsiah, bukan bentuk pembatasan, melainkan strategi pemerataan kesempatan.

“Yang sudah pernah menang kita beri ruang untuk berkembang di level berikutnya. Sementara yang lain kita dorong agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Ia menyebut, lomba tingkat kabupaten hanyalah gerbang awal. Pemenang nantinya akan dikirim mewakili Berau ke tingkat provinsi, di mana proses seleksi akan semakin ketat.

Samsiah menjelaskan, berbeda dengan penilaian administrasi di awal, tahap provinsi akan melibatkan verifikasi lapangan langsung oleh tim juri. Mereka akan memastikan kesesuaian antara presentasi yang disampaikan peserta dengan kondisi riil di lapangan.

“Jadi bukan sekadar bagus di presentasi. Harus benar-benar terbukti, mulai dari pengelolaan, dampak ekonomi, hingga keterlibatan masyarakat,” tegas Samsiah.

Jika berhasil lolos, peserta akan melaju ke tingkat nasional dalam ajang yang kini dikenal sebagai Wonderful Indonesia Awards (WIA)—transformasi dari program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Di balik ketatnya seleksi, terungkap bahwa banyak Pokdarwis belum mampu memenuhi persyaratan dasar. Dari sisi legalitas saja, baru sekitar 19 desa wisata di Berau yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK).

Selain itu, aspek konsistensi pengelolaan juga menjadi faktor penentu. Tidak cukup hanya membentuk Pokdarwis, desa wisata dituntut benar-benar aktif menjalankan kegiatan pariwisata.

“Apakah mereka sudah punya paket wisata? Apakah sudah memberi dampak ekonomi bagi masyarakat? Itu yang kita nilai,” ujarnya.

Persyaratan lain seperti kemitraan dengan stakeholder, kelengkapan administrasi, hingga kemampuan promosi digital juga menjadi penyaring yang cukup signifikan.

Lebih jauh, Samsiah menegaskan bahwa lomba ini sejatinya bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjadi alat ukur kualitas pengelolaan desa wisata.

Pemkab Berau, kata dia, tidak mengejar jumlah desa wisata semata, tetapi lebih menekankan pada kualitas dan keberlanjutan.

“Kita tidak ingin hanya banyak secara angka, tapi kosong secara aktivitas. Yang kita dorong adalah desa wisata yang hidup dan memberi manfaat,” katanya.

Ia menambahkan, dengan sistem seleksi yang semakin ketat dan berjenjang, lomba Pokdarwis kini menjadi cerminan kesiapan desa wisata Berau untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

“Di sisi lain, pola ini juga menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk terus berbenah membangun pariwisata berbasis komunitas yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdaya saing dan berkelanjutan,” kuncinya. (*/)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim

Previous Post

Resmi Beroperasi, TPI Tanjung Batu Ubah Pola Dagang Ikan di Pesisir

Next Post

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas di Tanjung Redeb

admin

admin

Next Post
Polisi Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas di Tanjung Redeb

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas di Tanjung Redeb

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAT Koperasi Akbar Mandiri disorot, Diskoperindag Berau Berikan Penjelasan

RAT Koperasi Akbar Mandiri disorot, Diskoperindag Berau Berikan Penjelasan

by admin
13 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau akhirnya buka suara terkait batalnya pelaksanaan Rapat Anggota...

Dinas Perikanan Berau Siapkan Pasar Ikan Murah, Strategi Redam Inflasi Tanpa Matikan Pedagang

Dinas Perikanan Berau Siapkan Pasar Ikan Murah, Strategi Redam Inflasi Tanpa Matikan Pedagang

by admin
13 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemkab Berau mulai menyiapkan langkah khusus untuk mengendalikan inflasi dari sektor perikanan melalui program pasar ikan murah....

Wabup Gamalis Dukung Wacana Titik Kedua Car Free Day di Lapangan Batiwakkal

Wabup Gamalis Dukung Wacana Titik Kedua Car Free Day di Lapangan Batiwakkal

by admin
13 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Car Free Day (CFD) mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk membuka titik...

Beasiswa Berau Cerdas Tetap Berjalan, Bupati Sri Juniarsih Akui Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan

Beasiswa Berau Cerdas Tetap Berjalan, Bupati Sri Juniarsih Akui Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan

by admin
13 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Pemkab Berau memastikan program beasiswa Berau Cerdas tetap dilanjutkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In