TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Rencana pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di Kampung Pegat Bukur, Sambaliung masih menghadapi kendala anggaran. Hingga tahun 2026 ini, proyek tersebut belum mendapatkan alokasi dana, bahkan kondisi serupa telah terjadi sejak tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama belum dimulainya pembangunan fisik TPA baru.
“Jadi TPA baru pembangunannya tidak ada anggarannya. Tahun ini tidak ada, bahkan sejak tahun 2025,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai upaya tengah disiapkan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung realisasi pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut.
“Kita akan mengupayakan menggandeng pihak ketiga untuk hal ini,” tuturnya.
Pada pemberitaan sebelumnya Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan bahwa keberadaan TPA baru merupakan kebutuhan mendesak. Hal ini menyusul kondisi TPA lama yang berada di kawasan depan rumah sakit yang dinilai sudah tidak layak dan tidak memungkinkan lagi untuk difungsikan.
“Untuk operasionalnya sudah kita anggarkan dan sudah bisa dipakai. Pemerintah daerah juga menyiapkan dana operasional BBM untuk kendaraan pengangkut sampah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pengoperasian TPA baru, termasuk yang berada di kawasan Pegat Bukur, tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh aspek terpenuhi, mulai dari regulasi, perizinan, hingga kesiapan teknis di lapangan.
“Semuanya butuh regulasi. Saat ini kita laksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. Kita upayakan tetap maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sri menegaskan bahwa pemindahan fungsi TPA juga berkaitan erat dengan proses perizinan operasional rumah sakit. Oleh karena itu, lokasi lama tidak lagi diperbolehkan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun menargetkan TPA baru dapat segera dioperasikan tahun ini, meski dilakukan secara bertahap. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan di daerah. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





