TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Kecepatan respons petugas menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk, Jalan Dermaga, Gang Mawar Putih, Kelurahan Karang Ambon, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (21/4/26) sekitar pukul 15.52 Wita.
Api yang muncul di tengah deretan rumah berhimpitan sempat memicu kepanikan warga. Dalam waktu singkat, kobaran membesar akibat material bangunan yang didominasi kayu serta minimnya jarak antar rumah.
Namun, upaya cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau berhasil mencegah dampak yang lebih luas.
Ditemui di lokasi, Kasi Operasional, Komunikasi, Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Berau, Askar, menyebut laporan diterima tepat pukul 15.52 Wita dan tim langsung bergerak menuju lokasi.
“Respon time standar kami 15 menit, namun hari ini kami bisa tiba lebih cepat, sekitar tujuh menit. Ini sangat membantu dalam upaya pengendalian api,” ujarnya.
Menurutnya, dalam kondisi permukiman padat, selisih waktu beberapa menit sangat menentukan. Api diketahui dapat membesar hanya dalam kurun 3 hingga 10 menit, terlebih jika bangunan berbahan kayu.
“Kalau terlambat sedikit saja, api bisa merembet ke banyak rumah. Apalagi jaraknya sangat rapat dan tidak ada sekat,” jelasnya.
Beruntung, terdapat dinding tembok di sekitar lokasi yang menjadi penghalang alami sehingga api tidak menjalar ke bangunan lain.
“Untungnya ada dinding tembok yang menahan api. Kalau tidak, kemungkinan dampaknya bisa lebih luas,” ucapnya.
Dalam penanganan kejadian ini, Disdamkarmat mengerahkan delapan unit armada dan sekitar 30 personel. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan akses di gang sempit, sekaligus memastikan suplai air tetap lancar selama proses pemadaman.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Asap masih cukup tebal, jadi kami lakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran susulan,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu unit rumah kontrakan dilaporkan hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama saat kondisi cuaca panas. Kecepatan respons, kesiapan sarana, serta kewaspadaan warga menjadi faktor penting dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





