TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyoroti sejumlah persoalan layanan kesehatan daerah dalam Rapat Kerja bersama DPRD Berau terkait Evaluasi LKPJ Bupati Berau Tahun 2025 serta persiapan operasional rumah sakit baru di Tanjung Redeb, Senin (13/4/26).
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama adalah masih tingginya minat masyarakat untuk berobat ke luar daerah dibandingkan ke RSUD Abdul Rivai.
Pihaknya melihat kecenderungan masyarakat masih memilih berobat ke luar daerah. Data yang kami peroleh juga menunjukkan tren yang belum optimal.
“Karena itu, kami merekomendasikan untuk mengevaluasi berapa jumlah pasien yang dirujuk keluar dan berapa yang benar-benar menjadi pemasukan bagi rumah sakit,” ujarnya saat rapat.
Ia juga menyinggung rencana pengoperasian rumah sakit baru di Tanjung Redeb yang dinilai memerlukan formulasi matang. Menurutnya, sebelumnya sempat ada rencana pemindahan layanan ke rumah sakit baru, namun tertunda akibat pembangunan gedung Walet.
“Kami sempat mendengar bahwa dulu rumah sakit ini ingin dipindahkan ke RS baru, tetapi karena pembangunan gedung Walet akhirnya tidak jadi dilakukan. Ini berarti perlu ada formulasi ulang agar pemanfaatan fasilitas bisa maksimal,” jelasnya.
Selain itu, Lamlay juga mengungkapkan adanya kendala fasilitas medis yang menyebabkan pasien harus dirujuk ke luar daerah. Padahal, berdasarkan informasi yang diterima, nilai alat kesehatan yang dibutuhkan relatif tidak terlalu besar.
“Terdapat informasi bahwa ada pasien yang harus dirujuk karena alat tidak tersedia. Setelah kami cek, ternyata kebutuhan alat tersebut hanya sekitar Rp100 juta lebih. Ini tentu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya optimalisasi layanan farmasi sebagai salah satu sumber pendapatan rumah sakit.
“Sebenarnya keuntungan terbesar rumah sakit bisa diperoleh dari sektor farmasi atau obat. Ini perlu dikelola dengan baik agar dapat mendukung kemandirian layanan kesehatan daerah,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





