TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kampung Pulau Derawan terus mendorong penerapan sistem wisata satu pintu guna meningkatkan pengelolaan kunjungan wisatawan.
Namun hingga kini, upaya tersebut belum dapat berjalan optimal lantaran fasilitas pendukung, khususnya dermaga umum, belum sepenuhnya rampung.
Dalam kesempatannya, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa konsep satu pintu sejatinya sudah dirancang untuk menata arus masuk wisatawan agar lebih tertib dan terdata dengan baik. Akan tetapi, kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk diterapkan secara maksimal.
“Memang untuk satu pintu ini kita belum bisa 100 persen jalankan. Salah satu kendalanya adalah dermaga umum yang belum bisa difungsikan,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini dermaga tersebut belum diresmikan dan belum diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kampung. Selain itu, sejumlah fasilitas dasar seperti ketersediaan air bersih juga belum sepenuhnya tersedia.
“Karena belum diresmikan dan fasilitas pendukungnya juga belum lengkap, kita belum bisa memfungsikan dermaga itu untuk sistem satu pintu,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi ini berdampak pada pola kedatangan wisatawan yang masih tersebar. Banyak pengunjung yang langsung menuju resort masing-masing menggunakan speedboat tanpa melalui satu titik kedatangan resmi. Hal tersebut membuat pendataan jumlah wisatawan belum sepenuhnya akurat.
Meski demikian, angka kunjungan ke Pulau Derawan tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Dermaga Tanjung Batu, jumlah wisatawan yang berkunjung pada periode 13 hingga 28 Maret mencapai lebih dari 6.000 orang.
“Pendataan sementara masih kita ambil dari Tanjung Batu. Karena memang belum semua masuk lewat satu jalur resmi,” ucapnya.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah kunjungan turut berdampak pada ketersediaan akomodasi. Indra menyebut, pada waktu-waktu tertentu, sejumlah resort mengalami kekurangan kamar. Namun kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan keberadaan homestay milik warga.
“Kalau resort memang kadang penuh, tapi pengunjung masih bisa menginap di homestay rumah warga. Itu cukup membantu,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, penanganan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah kampung. Indra berharap seluruh pihak, baik masyarakat lokal maupun wisatawan, memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebersihan ini tanggung jawab bersama. Bukan hanya masyarakat kampung, tapi juga wisatawan yang datang ke Derawan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti jalur atau fasilitas yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat segera dilanjutkan, mengingat sebagian fasilitas yang sudah dibangun bahkan terancam terdampak kondisi di lapangan.
“Harapan kami, pembangunan ini bisa segera dilanjutkan. Karena ada beberapa fasilitas yang sudah dibangun, tapi berisiko terdampak kalau tidak segera diselesaikan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





