TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Sektor pariwisata di Kabupaten Berau dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian daerah, meskipun memiliki jumlah destinasi yang cukup besar. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, tercatat ada 227 objek wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil destinasi yang benar-benar dikelola secara aktif. Hal ini menjadi sorotan Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah.
“Dari laporan yang kami terima, jumlah objek wisata memang ratusan. Tapi yang benar-benar aktif dan memberikan dampak itu hanya puluhan saja,” ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan belum optimalnya pengelolaan sektor pariwisata. Padahal, dengan potensi yang dimiliki, sektor ini seharusnya dapat menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Potensinya sangat besar, tapi belum digarap secara serius. Seharusnya pariwisata bisa menjadi sektor unggulan, bukan sekadar pelengkap,” tegas Agus.
Menurutnya, ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan juga perlu mulai dikurangi. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam tersebut tidak bersifat berkelanjutan.
“Kita harus realistis, sektor tambang itu tidak bisa diandalkan selamanya. Suatu saat pasti akan habis, jadi perlu alternatif lain yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Agus pun mendorong adanya terobosan dalam pengembangan pariwisata, termasuk memperkuat sinergi antar sektor dan memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai daya tarik tambahan.
“Kalau wisata digabungkan dengan kekuatan budaya lokal, tentu akan lebih menarik. Ini yang perlu dikembangkan bersama,” katanya.
Selain pengembangan, ia juga menyoroti pentingnya menjaga konsistensi pengelolaan destinasi agar tidak berhenti di tahap awal saja.
“Jangan sampai hanya ramai saat dibuka, lalu terbengkalai. Semua objek wisata harus dijaga agar tetap hidup dan punya nilai ekonomi,” ujarnya.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD disebutnya akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah di sektor pariwisata.
“Kami akan terus mengawasi dan mendorong agar sektor ini benar-benar digarap serius karena potensinya besar untuk PAD,” tegasnya.
Di sisi lain, Agus juga menilai promosi serta upaya menarik investor menjadi faktor penting dalam percepatan pengembangan pariwisata.
“Kita harus aktif menarik investasi. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada sinergi yang kuat,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





