TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, potensi pertanian di Kabupaten Berau sangat besar, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini terlihat dari masih luasnya lahan yang belum produktif serta lemahnya sistem kelembagaan petani.
“Potensi kita ini besar, hanya saja belum dimaksimalkan. Banyak lahan tidur yang sebenarnya bisa kita dorong menjadi kawasan pertanian unggulan,” ujarnya.
Rudi menilai, kehadiran koperasi dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kemandirian petani, mulai dari akses permodalan, distribusi pupuk, hingga pemasaran hasil panen.
Dengan adanya kelembagaan yang kuat, petani akan lebih terorganisir dan memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
“Petani harus diperkuat, baik dari sisi bantuan maupun kelembagaan. Koperasi bisa menjadi solusi agar petani lebih mandiri dan terorganisir,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan nyata melalui peningkatan anggaran di sektor pertanian, termasuk dalam penyediaan pupuk serta sarana dan prasarana produksi lainnya.
Rudi juga mengapresiasi mulai adanya perkembangan pemanfaatan lahan pertanian di Berau. Saat ini, luas tanam padi telah mencapai sekitar 895 hektare dan ditargetkan meningkat hingga 5.000 hektare.
Meski demikian, ia mengingatkan agar peningkatan produksi harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti gudang penyimpanan hasil panen, serta pengembangan sektor peternakan guna mewujudkan kemandirian pangan daerah. (adv)
Minim Edukasi Batas Wilayah, Sengketa Lahan Berau-Bulungan Dinilai Rawan Terus Berulang
TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Persoalan lepasnya sekitar 60 ribu hektare wilayah Kabupaten Berau ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dinilai bukan...





