TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus mendorong para orangtua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi dasar lengkap, sebagai langkah penting dalam melindungi dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Petugas Tim Surveilans Imunisasi Dinkes Berau, Adi Haryono, menjelaskan bahwa program imunisasi rutin di Kabupaten Berau mencakup 14 jenis vaksin yang diberikan secara bertahap kepada anak.
“Jenis vaksin yang diberikan antara lain BCG, DPT-Hib, hepatitis B, MMR dan MR, polio tetes dan suntik, hingga vaksin tambahan seperti JE, HPV, PCV, dan rotavirus,” ujarnya.
Menurutnya, masing-masing vaksin memiliki fungsi penting dalam mencegah penyakit berbahaya, seperti tuberkulosis, difteri, tetanus, campak rubella, hingga infeksi lainnya yang berisiko tinggi pada anak.
Namun, capaian imunisasi di Berau saat ini justru mengalami penurunan. Pada tahun 2025, tingkat imunisasi hanya mencapai 65 persen, dan tidak ada satu pun kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang mampu memenuhi target nasional.
Adi mengungkapkan, penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penolakan dari orangtua. Banyak di antaranya yang khawatir terhadap efek samping vaksin, seperti demam, kejang, hingga isu yang tidak terbukti secara medis.
“Banyak orangtua takut anaknya demam atau percaya informasi yang tidak benar, seperti vaksin bisa menyebabkan autis atau penyakit lain,” jelasnya.
Padahal, lanjutnya, berdasarkan fakta medis, vaksin tidak memiliki hubungan dengan penyakit-penyakit tersebut. Ia menegaskan, vaksin hanya berfungsi untuk mencegah penyakit tertentu, bukan seluruh jenis penyakit.
“Kadang ada yang membandingkan anak yang divaksin sakit, sementara yang tidak divaksin terlihat sehat. Padahal itu tidak bisa dijadikan patokan,” ucapnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, Dinkes Berau terus menggencarkan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan langsung di lapangan, kerja sama lintas sektor, hingga pemanfaatan media komunikasi lokal.
“Kuncinya ada di edukasi. Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit,” tegasnya.
Selain itu, Dinkes juga memastikan bahwa seluruh layanan imunisasi dasar dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, baik melalui posyandu maupun layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dapat meningkat, sehingga perlindungan kesehatan anak-anak di Kabupaten Berau tetap terjaga.
“Ini penting untuk melindungi anak dari penyakit serius dan mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





