TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kampung Pulau Derawan belum berjalan optimal.
Pemerintah kampung mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama pada kelengkapan sarana pendukung.
Dalam kesempatannya, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menjelaskan bahwa sejak diresmikan, TPS 3R sebenarnya sudah mulai dioperasikan. Namun, pelaksanaannya masih terbatas karena beberapa peralatan utama belum tersedia.
“Pada prinsipnya setelah peresmian kemarin, kita sudah mulai bergerak. Tapi memang belum maksimal karena ada beberapa peralatan yang belum lengkap, seperti mesin pres dan mesin pencacah plastik,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini pengelolaan sampah baru diterapkan pada 20 kepala keluarga (KK) sebagai percontohan atau pilot project. Sampah dari rumah tangga tersebut dikumpulkan dan mulai dilakukan pemilahan secara bertahap.
“Baru 20 KK yang kita jadikan sampel. Kita lihat dulu seperti apa pola pengelolaannya, sambil menunggu kelengkapan fasilitas,” jelasnya.
Menurut Indra, sebagian masyarakat sudah mulai memilah sampah, khususnya botol plastik dan kardus. Namun, keterbatasan alat membuat proses pengolahan belum bisa dilakukan secara maksimal.
Untuk sementara, penanganan sampah dari masyarakat di luar pilot project masih dilakukan seperti biasa, yakni dibuang dan diangkut ke luar wilayah.
“Sementara ini masih seperti biasa, disebrangkan. Tapi saat bongkar di kapal, ada juga yang sudah mulai memilah sampah,” ucapnya.
Ia berharap adanya dukungan tambahan, khususnya pengadaan mesin pencacah dan mesin pres, agar TPS 3R dapat beroperasi secara optimal. Saat ini, sebagian bantuan telah diterima dari pihak WWF, namun belum mencakup seluruh kebutuhan.
“Kami berharap ada bantuan lagi, terutama mesin pencacah, agar pengelolaan sampah bisa berjalan maksimal,” harapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, turut menyoroti belum optimalnya operasional TPS 3R di Derawan.
Ia meminta agar pihak terkait, termasuk WWF, segera melengkapi kekurangan fasilitas yang ada.
“Kita minta itu dimaksimalkan. Kalau masih ada kekurangan, segera dilengkapi sesuai komitmen yang sudah ada,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak boleh dilakukan setengah-setengah, mengingat Pulau Derawan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang harus dijaga kebersihannya.
“Penanganan sampah ini harus tuntas, tidak boleh separuh-separuh. Derawan ini kawasan wisata, jadi harus benar-benar bersih dan tertata,” ujarnya.
Selain itu, Sa’ga juga menyoroti perlunya keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung operasional TPS 3R, baik dari sisi fasilitas maupun pengelolaan di lapangan.
Sa’ga berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya, persoalan sampah di Pulau Derawan dapat segera teratasi secara menyeluruh.
“Harapan kita semua pihak bisa serius, sehingga penanganan sampah di Derawan benar-benar maksimal,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





