TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Menurunnya aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Berau kini menjadi perhatian serius DPRD. Kondisi ini dinilai tidak hanya menekan transaksi jual beli, tetapi juga berpotensi menghambat perputaran ekonomi masyarakat jika tidak segera ditangani.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).
“Pasar tradisional ini menyangkut langsung kehidupan masyarakat kecil. Kalau dibiarkan sepi, dampaknya pasti ke pendapatan pedagang,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan pasar tidak bisa lagi dipandang sebatas masalah fasilitas atau pengelolaan semata. Menurutnya, kondisi tersebut sudah masuk ke ranah ekonomi yang lebih luas.
“Ini bukan hanya soal bangunan atau manajemen pasar, tapi sudah berdampak ke ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.
Agus juga mendorong Diskoperindag untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi yang tepat.
“Diskoperindag harus rutin berkomunikasi dengan pihak terkait supaya ada langkah konkret yang bisa dilakukan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya melibatkan pelaku UMKM dalam setiap proses pembenahan pasar. Menurutnya, suara pedagang harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan.
“Pedagang UMKM perlu diajak bicara, supaya ada kesepahaman pasar ini mau dibawa ke arah mana,” jelasnya.
Ia menilai, keterlibatan pedagang akan membuat program revitalisasi lebih tepat sasaran dan tidak sekadar bersifat administratif.
Lebih lanjut, Agus memastikan DPRD siap memberikan dukungan apabila pemerintah daerah mengalami kendala di lapangan.
“Dewan selalu siap membantu mencarikan solusi, supaya ekonomi masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan adanya tantangan global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi daerah, termasuk konflik di Timur Tengah.
“Dampak perang sudah mulai terasa. Harga bisa naik, distribusi terganggu, dan daya beli masyarakat ikut tertekan,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi agar roda ekonomi tetap bergerak.
“Kita harus gotong royong mencari jalan keluar, supaya pasar tradisional bisa kembali ramai,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





