PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Insiden serangan berang-berang terhadap anak-anak di kawasan wisata Pulau Derawan sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan wisatawan.
Peristiwa tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya aparat kampung bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan.
Saat dikonfirmasi Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya segera mengambil langkah evakuasi untuk mengamankan situasi serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Ia betul itu, Pak. Tapi kami sudah lakukan evakuasi dan membasmi berang-berang tersebut,” ujar Indra saat dikonfirmasi.
Menurutnya, upaya penanganan tidak dilakukan secara instan. Aparat kampung bersama warga setempat harus bekerja hingga larut malam demi memastikan hewan tersebut berhasil diamankan.
“Kami dari aparat kampung bersama masyarakat Pulau Derawan berusaha hingga malam, dan alhamdulillah berang-berangnya sudah tertangkap semalam,” jelasnya.
Indra menambahkan, keberhasilan penangkapan tersebut menjadi hasil kerja sama yang solid antara aparat dan masyarakat. Ia juga memastikan bahwa kondisi di Pulau Derawan kini telah kembali aman dan terkendali.
Meski demikian, pihak kampung tetap mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu waspada terhadap potensi keberadaan satwa liar di sekitar area wisata, khususnya yang dapat membahayakan keselamatan.
“Kami imbau para wisatawan agar berhati-hati. Ketika terdapat hewan-hewan yang kiranya membahayakan, dapat menghubungi pihak Polsek atau kami,” tegasnya.
Pulau Derawan sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan yang menawarkan keindahan alam laut serta keanekaragaman hayati.
Kehadiran satwa liar di kawasan ini merupakan bagian dari ekosistem alami, namun tetap memerlukan kewaspadaan dari pengunjung.
Di akhir pernyataannya, Indra juga menyampaikan pesan positif kepada para wisatawan yang berkunjung.
“Kami ucapkan pula selamat berlibur di wisata bahari Pulau Derawan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





