TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengingatkan para pelaku usaha pariwisata agar tidak menaikkan harga secara sepihak saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, khususnya pada momen peak season.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menegaskan bahwa praktik “aji mumpung” justru dapat merusak citra destinasi wisata Berau di mata pengunjung.
“Kami berharap masyarakat maupun pelaku usaha tidak aji mumpung. Jangan karena kunjungan membludak, harga langsung dinaikkan. Ini bisa berdampak pada citra dan daya tarik wisata kita,” ujarnya.
Menurutnya, stabilitas harga menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan wisatawan. Baik pada musim ramai maupun sepi, harga layanan diharapkan tetap wajar dan tidak memberatkan pengunjung.
Selain soal harga, Disbudpar juga menyoroti pentingnya pelayanan yang tertib, termasuk dalam hal transportasi wisata. Hal ini berkaitan dengan adanya keluhan wisatawan yang sempat merasa ditinggalkan oleh penyedia jasa transportasi.
Namun setelah dilakukan penelusuran, kejadian tersebut ternyata dipicu oleh miskomunikasi antara wisatawan dan penyedia jasa.
“Setelah kami cross check, ternyata wisatawan berangkat bersama rombongan, sementara kesepakatannya hanya satu kali penjemputan. Ketika rombongan kembali, yang bersangkutan belum ikut pulang, sehingga merasa ditinggalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis di sejumlah destinasi seperti Pulau Kaniungan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait keterbatasan jaringan komunikasi yang kerap menghambat koordinasi dengan operator transportasi.
Karena itu, wisatawan diminta lebih proaktif mencari informasi sebelum berkunjung, mulai dari sistem transportasi, kondisi sinyal, hingga ketersediaan akomodasi.
“Wisatawan juga harus mencari informasi dulu sebelum berangkat. Apalagi saat peak season seperti di Derawan atau Biduk-Biduk, hampir tidak mungkin mendapatkan penginapan jika tidak melakukan pemesanan jauh hari,” tegasnya.
Samsiah juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat merilis data pasti jumlah kunjungan wisatawan selama periode ramai, karena masih menunggu laporan dari para pengelola destinasi.
“Nanti setelah peak season selesai, baru kami minta laporan dari masing-masing pengelola. Mungkin minggu depan baru bisa terlihat angka kunjungannya,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





