TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menyoroti lambatnya penanganan abrasi di Pulau Derawan.
Ia mempertanyakan belum terealisasinya program penanganan abrasi meskipun sebelumnya telah disampaikan adanya alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut.
Hal itu disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu. Saga mengaku heran karena persoalan abrasi yang menjadi ancaman serius bagi Pulau Derawan hingga kini belum tertangani secara maksimal.
Menurutnya, pada kunjungan sebelumnya pemerintah daerah sempat menyampaikan bahwa anggaran untuk penanganan abrasi sudah tersedia. Namun hingga satu tahun berlalu, pelaksanaan kegiatan tersebut belum juga terlihat di lapangan.
“Kita masih ingat saat kunjungan sebelumnya disampaikan bahwa anggaran penanganan abrasi sudah ada. Tapi sampai satu tahun ini tidak bisa dilaksanakan. Kenapa?” ujarnya.
Saga menegaskan, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi Pulau Derawan merupakan kawasan wisata unggulan Kabupaten Berau yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi.
Ia bahkan mengaku khawatir jika abrasi terus terjadi tanpa penanganan yang jelas, dampaknya tidak hanya merusak garis pantai, tetapi juga dapat mengancam sumber air tawar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di pulau tersebut.
“Yang kita khawatirkan kalau abrasi terus terjadi, pulau bisa mengalami pergeseran. Kalau itu terjadi, sumber air tawar bisa jebol oleh air laut,” tegasnya.
Selain itu, Saga juga mempertanyakan kejelasan anggaran penanganan abrasi pada tahun anggaran 2026. Ia mengaku menerima informasi bahwa alokasi dana tersebut justru tidak lagi muncul dalam perencanaan.
Padahal sebelumnya, menurutnya, pemerintah daerah sempat menyampaikan kepada masyarakat bahwa program penanganan abrasi akan menjadi salah satu prioritas pembangunan.
“Yang saya sesalkan, sebelumnya disampaikan ada anggaran. Tapi sekarang justru tidak ada di 2026. Ini yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan pesisir dan kepulauan, Saga menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab untuk memastikan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat benar-benar direalisasikan.
Ia pun meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah terkait agar program penanganan abrasi tidak terus tertunda.
“Saya menyampaikan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Program yang sudah direncanakan harus bisa direalisasikan,” ujarnya.
Saga berharap persoalan abrasi di Pulau Derawan dapat segera ditangani secara serius. Menurutnya, langkah penanganan yang cepat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan pulau sekaligus melindungi kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





