BALIKPAPAN, PORTALBERAU – Polemik tapal batas yang melibatkan 2 kampung di Kabupaten Berau yakni Biatan Ilir dan Biatan Ulu dengan masyarakat Dusun Melawai, Kutai Timur menemui titik terang. Hal ini diketahui melalui akun instagram @srijuniarsih.official yang memperlihatkan pertemuan antara Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Bupati Kutai Timur bertemu secara langsung di Kota Balikpapan, Kamis (5/3/26).
Diketahui akun tersebut berfungsi untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dalam pertemuan itu nampak dihadiri pula oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Berau, M. Hendratno.
Pada postingan tersebut Bupati Berau, Sri Juniorsih menyampaikan pertemuan kedeyanya memang untuk membahas terkait konflik tapal batas yang sempat viral beberapa hari terakhir..
“Hari ini, di Balikpapan, saya bertemu langsung dengan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, untuk membahas persoalan tapal batas antara Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur yang saat ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait Kampung Biatan Ilir, Kampung Biatan Ulu, dan wilayah Semindal,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Dirinya menulai bahwa persoalan ini hukan hanya berbicara hanya batas biasa. Namun, berkaitan pula dengan keselamatan masyarakat dan kepastian batas wilayah.
“Bagi saya, ini bukan sekadar persoalan garis di atas peta. Ini tentang rasa aman masyarakat. Tentang kepastian wilayah. Tentang hak yang harus kita jaga bersama,” terangnya.
Apalagi, ditambahkannya dalam caption postingan itu bahwa pihaknya datang membawa amanah masyarakat Berau. Amanah untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang menjadi hak Kabupaten Berau yang sedang diperjuangkan dengan cara yang bermartabat, dengan kepala dingin, dan tetap dalam semangat persaudaraan antar daerah.
“Kami berdiskusi terbuka, duduk bersama, dan berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini melalui jalur yang tepat-berdasarkan data resmi, regulasi yang berlaku, serta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” jelasnya.
Sri pun menyatakan bahwa pihaknya memahami bagaimana kegelisahan yang dirasakan masyarakat. Namun, ia mengajak agar seluruh masyarakat yang terlibat perkara ini untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan proses ini kepada pemerintah.
“InsyaAllah, setiap persoalan ada jalan keluarnya ketika diselesaikan dengan niat baik dan komunikasi yang terbuka,” bebernya.
Dirinya berkomitmen akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak Kabupaten Berau. Akan tetapi, hal itu dilakukan dengan tenang dan tidak dengan emosi, tetapi dengan ketegasan dan tanggung jawab.
“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat,” tutup caption postingan tersebut. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





