TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menyoroti masih adanya kendala yang dihadapi calon mahasiswa asal perkampungan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Salah satu persoalan utama yang hingga kini belum teratasi adalah keterbatasan tempat tinggal bagi mahasiswa yang harus menetap di ibu kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb.
Wakil Rektor I UMB, Nahwani Fadelan, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi generasi muda dari wilayah kampung dan pesisir.
“Kami masih mengalami kendala terhadap mahasiswa dari perkampungan yang ingin melanjutkan pendidikan, namun tidak memiliki tempat tinggal di ibu kota Tanjung Redeb,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan hunian membuat sebagian calon mahasiswa terpaksa mengurungkan niat melanjutkan pendidikan atau memilih menunda kuliah karena terbebani biaya sewa tempat tinggal yang relatif tinggi.
“Banyak mahasiswa potensial yang secara akademik mampu, tetapi terkendala persoalan non-akademik seperti tempat tinggal. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami sebagai institusi pendidikan,” jelasnya.
Nahwani menyebutkan, pihak universitas telah berupaya mencari solusi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus mahasiswa. Usulan tersebut bahkan telah disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Berau beberapa waktu lalu.
“Pembangunan rusunawa dan penyediaan bus transportasi mahasiswa sudah kami usulkan langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo saat beliau berkunjung ke Berau,” ungkapnya.
Selain persoalan hunian, akses transportasi juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas mahasiswa, khususnya mereka yang tinggal di wilayah penyangga atau kampung sekitar Tanjung Redeb.
“Transportasi yang memadai juga sangat dibutuhkan. Dengan adanya bus mahasiswa, diharapkan beban biaya dan jarak tempuh bisa lebih ringan,” terangnya.
Ia berharap, usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau. Menurutnya, investasi di sektor pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Jika akses pendidikan dipermudah, maka ke depan Berau akan memiliki SDM yang lebih siap dan berdaya saing,” katanya.
UMB, lanjut Nahwani, berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program pendukung agar mahasiswa dari seluruh wilayah di Berau memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa latar belakang geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Berau untuk kuliah,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





