TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, untuk segera bergerak cepat menyelesaikan pembangunan fisik, terutama di wilayah pesisir Bumi Batiwakkal.
Pihaknya menyoroti keterlambatan pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2025.
Salah satu kendala utama disebut akibat sulitnya mendapatkan bahan baku material, khususnya pasir, di wilayah pesisir.
Subroto menegaskan agar pelaksanaan kegiatan fisik yang telah dianggarkan tidak terbengkalai.
Menurutnya, anggaran perubahan tahun ini masih cukup besar dan harus dimanfaatkan maksimal demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Berau.
“Anggaran di perubahan tahun ini masih lumayan. Harapan kita supaya dinas ini menjemput bola. Karena saya dapat informasi dari lapangan itu sebagian sudah berjalan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keluhan sejumlah kontraktor di lapangan yang kesulitan mendapatkan pasir untuk kebutuhan proyek. Hal ini menurutnya harus segera diatasi agar tidak berdampak pada keterlambatan pengerjaan infrastruktur.
“Terutama di daerah pesisir. Menurut informasi dari pemborong-pemborong, pasir itu agak sulit,” sambungnya.
Subroto menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir harus menjadi prioritas.
Pasalnya, waktu pengerjaan semakin sempit menjelang akhir tahun anggaran, sementara pelaksanaan proyek sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
“Apalagi masalah jalan, harus disesuaikan dengan cuaca. Kalau hujan ya tidak bisa kerja,” jelasnya.
Selain DPUPR, ia juga mengingatkan seluruh OPD agar segera menuntaskan tahapan perencanaan tanpa bertele-tele.
Langkah ini penting agar proses pelaksanaan proyek di lapangan dapat berjalan sesuai jadwal dan target pembangunan dapat tercapai.
“Ini sudah November. Semua perencanaan itu harus sudah selesai. Supaya kontraktor sudah menyesuaikan kondisi di lapangan,” tandasnya. (Adv)
Editor: Ikbal Nurkarim





