TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan Runah Sakit (RS) baru di Kabupaten Berau terus dilanjutkan. Serta, akan rampung dalam waktu dekat ini. Oleh sebab itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Lamlay Sarie mengatakan, akan segera melakukan pertemuan terkait pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk RS baru tersebut.
“Nanti kita akan ada pembahasan dengan pihak Bappelitbang dan BKPAD terkait kesiapan anggaran yang digunakan dalam merekrut SDM untuk RS baru nantinya,” ucapnya belum lama ini.
Lamlay Sarie menyebut akan melibatkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Tanjung Redeb dan Puskemas sekita dalam pembahasan tersebut.
“Untuk nanti akan ada pemetaan dalam pembahasan tersebut dan kami akan melibatkan SDM yang ada di RSUD Abdul Rivai dan puskesmas,” ungkapnya.
Dikatakannya, terkait jumlah Nakes yang akan ditempatkan di RS baru tersebut, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah yang akan diperlukan nantinya.
“Untuk jumlah Nakesnya akan dihitung dulu oleh BKPSDM Selaku leading sektornya,” katanya.
Ia pun menyebut bahwa ketersediaan tenaga spesialis nantinya akan fokus terhada spesialis yang sifatnya dasar. Yakni spesialis umum, bedah, anak, dan kebidanan.
“Untuk ruangan yang disediakan ada sekitar 19 ruangan poli. Namun akan dimulai dari yang basic dulu yang nantinya akan tumbuh dan berkembang,” terangnya.
Namun, ia menjelaskan untuk ruang rawat inap di RS Baru yang berada di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb tersebut telah memenuhi standar. Dalam ketentuan yang telah ditetapkan oleh BPJS.
“Akan tetapi kamar inapnya sesuai dengan BPJS. Kami pun akan usahakan adanya pelayanan BPJS untuk kamar VIP,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, saat ini pihaknya akan berusaha agar seluruh fasilitas di RS Baru jni dapat terpenuhi. Hal itu dikarenakan, Dinkes Berau melihat keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang telah menyediakan untuk fasilitas kesehatan baru di Kabupaten Berau.
“Yang jelas Pemkab Berau telah memfasilitasi bangunannya kemudian akan ada lanjutan untuk justifikasi untuk SDM dan alat kesehatannya,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim