TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Sudah ada 32 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah terbentuk di Kabupaten Berau dan sudah terdata serta dilakukan pembinaan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.
Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Samsiah Nawir. Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang berfokus pada pembinaan kepada Pokdarwis yang telah terbentuk.
“Bukan dari kami jika ada kampung yang ingin membentuk Pokdarwis tersebut. Tapi dari kesadaran dari masyarakat yang mengusulkan kampungnya menjadi kampung wisata,” ungkap Samsiah, Jumat (2/2/24).
Lanjutnya, hingga saat masyarakat telah berlomba-lomba mengusulkan menjadi kampung wisata. Pasalnya, masyarakat sudah banyak melihat kampung atau desa wisata lain berkembang dengan adanya sektor pariwisata tersebut.
“Sudah banyak usulan sosialisasi pembentukan Pokdarwis,” katanya.
Namun Samsiah menyebut, pihaknya saat ini sedang mengalami keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pembinaan, sehingga pihaknya belum menggenjot percepatan pembentukan Pokdarwis dan lebih memilih memaksimalkan peningkatan SDM terlebih dahulu.
“Jangan hanya mengejar kuantitinya, tapi kita juga mengejar kualitas SDM yang sekarang sudah terbentuk,” terangnya.
Hal tersebut dikarenakan untuk mengejar kualitas pelayanan saat menjadi tuan rumah pada mereka punya even atau punya paket wisata.
“Kita menginginkan mereka bisa jadi tuan rumah yang baik dan masyarakatnya juga demikian dalam memberikan pelayanan yang maksimal,” tuturnya.
Samsiah mengakui, Pokdarwis di Kabupaten Berau memiliki prestasi yang menjanjikan di lomba Pokdarwis tingkat provinsi Kaltim. Kata dia, selama dua tahun berturut-turut, Tahun 2022 Pokdarwis Derawan dan Tahun 2023 Pokdarwis Payung-payung berhasil menjadi juara pertama.
“Tahun 2024 ini kita juga optimis bisa kembali menyabet juara 1. Kita masih punya banyak Pokdarwis jagoan, seperti Merabu dan Merasa yang memang Pokdarwis nya luar biasa,” bebernya.
Untuk tingkat Nasional, Pokdarwis Berau juga sudah masuk 500 besar dari 3.814 desa. Hal ini tentunya diakui secara nasional memiliki daya tarik dan keunggulan yang unik.
“Bahkan kita sempat masuk 9 besar skala nasional,” tandasnya. (Yud/Ded)





