TANJUNG REDEB, PORTALBERAU-Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini menyebut, pada Tahun 2022 lalu, masyarakat yang di Kabupaten Berau mengalami peningkatan untuk memilih bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Namun, kenaikan tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan Tahun 2021.
“Ada beberapa faktor menjadi penyebabnya, diantaranya karen penambahan penduduk,” ujar Lita, Sabtu (11/2/23).
Lanjut Lita, baik pertanian maupun perkebunan memiliki peranan penting, selain berperan penyedia bahan pangan, juga berperan penyedia lapangan pekerjaan. Tentunya masyarakat yang memiliki keterampilan juga diperlukan untuk menunjang peningkatan dalam sektor tersebut.
“Walaupun kenyataan saat ini SDM untuk mengisi lapangan pekerjaan di sektor perkebunan kelapa sawit kebanyakan diisi oleh pendatang, karena masih kalah dengan sektor pertambangan yang masih menjadi primadona di daerah kita,” jelasnya.
Untuk menarik minat kaum muda-mudi, Lita mengakui pihaknya terus melakukan segala upaya, walaupun tidak langsung kelihatan hasilnya, namun tetap akan menjalankan program-program untuk menggaet para petani milenial.
“Karena anak-anak muda sekarang lebih tertarik bekerja perusahaan atau perkantoran secara mandiri, paling ada pendatang saja seperti dari Sulawesi, Tanah Toraja, Jawa, seperti perkebunan sawit lebih banyak pendatang orang-orang Timur,” katanya.
Lita menambahkan, berdasarkan data jumlah tenaga kerja dari sektor perkebunan sawit pada tahun 2022 di Kabupaten Berau sebanyak 12.127 orang sedangkan untuk tahun 2021 terdapat 12,122 orang. Dimana jmlah tersebut mendominankan penduduk pendatang dibandingkan penduduk lokal Berau.
“Walau kenaikkannya tidak begitu banyak, tapi bila ditelusuri dilapangannya hampir kita tidak melihat penduduk lokal berau yang kerja diperkebunan kelapa sawit dan itu menjadikan pekerja rumah bagi instansi kami untuk menarik minat masyarakat terutama generasi muda untuk terjun dalam sektor pertanian,” tandasnya. (Yud/Ded)