BALIKPAPAN, PORTALBERAU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat dukungan internasional. Pemerintah Australia resmi mengerahkan pesawat Large Air Tanker (LAT) Lockheed C-130 Hercules untuk membantu pemadaman kebakaran melalui operasi water bombing, Jumat (6/11/2026).
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Australia turut mengirimkan satu pesawat Cessna Citation sebagai pemandu udara serta 20 personel spesialis penerbangan yang dipimpin Chief Superintendent Matthew Reeves.
Pesawat Hercules telah menjalankan penerbangan perdana dengan menjatuhkan air di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penerbangan kedua kemudian dilakukan untuk menjangkau sejumlah wilayah yang teridentifikasi memiliki titik panas (hotspot).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan bantuan Australia tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi Pemerintah Provinsi Kaltim dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kedutaan Besar Australia.
Koordinasi dilakukan secara intensif sejak Kamis dan dilanjutkan melalui pertemuan virtual dengan pihak Kedutaan Besar Australia pada Jumat. Hasilnya, dukungan pesawat dan personel dapat segera direalisasikan.
“Alhamdulillah, hari ini mereka hadir di Kalimantan Timur. Satu flight sudah terbang tadi, kemudian sekarang sudah flight kedua. Mudah-mudahan hotspot-hotspot di Kalimantan Timur bisa teridentifikasi dan dipadamkan dengan baik,” kata Seno.
Pada tahap awal, operasi pemadaman udara diprioritaskan di kawasan Makroman dan Sambutan, Samarinda, serta Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Selanjutnya, tim dijadwalkan bergerak menuju kawasan Santan dan Santan Ulu untuk menangani titik panas yang masih terpantau.
Seno menyebutkan, luas lahan yang menjadi prioritas penanganan di kawasan Makroman dan Santan diperkirakan mencapai 40 hingga 50 hektare.
“Untuk saat ini kita fokus di daerah Makroman, Sambutan, kemudian Anggana. Nanti sore kita bergerak ke Santan, Santan Ulu, karena di sana juga masih ada hotspot,” ujarnya.
Pemerintah provinsi juga mempertimbangkan pengerahan pesawat ke Kabupaten Paser pada Sabtu (7/11/2026), menyesuaikan perkembangan kebakaran dan hasil pemantauan titik api.
Menurut Seno, prioritas utama tetap penanganan karhutla di wilayah Kaltim. Namun, jika kondisi di daerah prioritas sudah terkendali, bantuan udara tersebut tidak menutup kemungkinan diperbantukan ke Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang juga menghadapi kebakaran.
Sementara itu, kondisi karhutla di Kutai Barat dan Berau dilaporkan relatif membaik. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api.
Dari pihak Australia, Minister Counsellor for Humanitarian and Human Development Australian Embassy Indonesia, Tim Stapleton, menjelaskan bahwa pesawat C-130 Hercules yang dikerahkan memiliki kapasitas membawa hingga 15.000 liter air dalam setiap penerbangan atau sortie.
Pesawat tersebut didukung Cessna Citation sebagai pemandu udara dan 20 personel spesialis penerbangan. Operasi direncanakan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November 2026.
“Dukungan dari Australia mencakup pesawat Large Aerial Tanker yang mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam setiap sortie, dengan hingga enam sortie diperkirakan dapat dilakukan setiap hari selama tujuh hari mendatang,” jelas Tim.
Selain Samarinda dan Kutai Kartanegara, wilayah yang masuk dalam sasaran operasi mencakup Kabupaten Paser dan Kutai Timur.
Tim menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi bencana. Kedua negara, kata dia, memiliki sejarah panjang dalam memberikan dukungan saat terjadi kebakaran hutan.
Pada 2020, Indonesia pernah mengirimkan personel untuk membantu Australia menangani kebakaran hutan melalui operasi Bushfire Assist. Sebelumnya, pada 2015, New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) Australia juga memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan di Sumatera.
“Sejarah kita yang saling membantu telah berlangsung lama. Pada masa depan, Pemerintah Australia merasa bisa memperkuat lagi kerja sama seperti ini,” ujarnya.
Tim juga menyampaikan pesan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Australia sebagai dua negara yang memiliki ikatan erat. (*/)





