TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia industri. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau adalah menggelar pelatihan juru las atau welder bagi 16 peserta dari sejumlah kampung dan kelurahan.
Pelatihan juru las pelat atau Plate Welder SMAW 3G-Up/PF tersebut berlangsung di Bontang pada 15 Oktober hingga 3 November 2026, bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sasana Widya Bontang.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, menjelaskan bahwa program pelatihan ini merupakan tindak lanjut usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 2025. Usulan tersebut kemudian direalisasikan melalui program pelatihan pada tahun anggaran 2026.
“Pelatihan ini berdasarkan usulan Musrenbang tahun 2025 dari kampung-kampung pengusul. Pelaksanaannya baru direalisasikan pada tahun anggaran 2026,” ungkapnya.
Anang menyebutkan, seluruh biaya pelatihan bersumber dari APBD murni Kabupaten Berau. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguasaan keterampilan teknis yang dibutuhkan dunia kerja.
Sebanyak 16 peserta berasal dari Kampung Pulau Besing dan Inaran, Kecamatan Sambaliung, serta Kelurahan Gayam dan Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb.
Selama pelatihan, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan pengelasan, termasuk teknik pengelasan posisi 3G. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, terutama pada sektor industri yang membutuhkan tenaga juru las terampil.
Selain membuka peluang kerja, keterampilan pengelasan juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri di bidang jasa pengelasan sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Disnakertrans Berau berharap pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat ini mampu memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja lokal. Dengan keterampilan yang sesuai standar dan kebutuhan industri, peserta diharapkan memiliki daya saing lebih baik serta kesempatan kerja yang lebih luas.
“Program ini sekaligus menunjukkan bahwa usulan yang disampaikan melalui Musrenbang dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah kita,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





