TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun bernama ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang dan tenggelam di Sungai Kelay, kawasan Nasding, Kampung Tumbit Melayu, Kabupaten Berau, Senin (12/10/2026).
Korban ditemukan setelah proses pencarian yang melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, TNI, Polri, aparat kampung, serta masyarakat setempat.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Alimi Zain, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama delapan orang temannya pergi berenang setelah pulang mengaji.
Sekitar pukul 15.30 Wita, mereka menuju Sungai Kelay di kawasan Nasding. Saat berenang, korban diduga terbawa arus sungai yang cukup deras.
Kata dia, teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus membuat pegangan mereka terlepas hingga korban akhirnya hilang terbawa air.
“Mereka kemudian meminta pertolongan kepada warga,” ujarnya usai evakuasi.
Setelah menerima informasi tersebut, warga bersama aparat Kampung Tumbit Melayu melakukan pencarian secara manual sekitar pukul 17.00 Wita.
Upaya pencarian dilakukan menggunakan perahu dan jaring atau pukat untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
Tim juga melakukan penyelaman bawah air secara manual guna menemukan keberadaan korban. Disdamkarmat Berau turut menuju posko pencarian dengan mengerahkan personel dan sejumlah unit pendukung.
“Jadi setelah sekitar beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.30 Wita. Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Disampaikannya, operasi pencarian pada hari pertama tersebut berhasil menemukan korban. Sejumlah unsur terlibat dalam proses penanganan, mulai dari petugas Disdamkarmat, masyarakat, TNI, Polri, hingga aparat Kampung Tumbit Melayu.
“Kami mengerahkan satu unit rescue, satu unit peralatan, dan satu unit slip on. Sementara itu, ambulans dari Kampung Tumbit Melayu turut disiagakan untuk mendukung penanganan korban,” terangnya.
Pihaknya mengingatkan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai.
“Kondisi arus kita ketahui yang deras dapat menimbulkan risiko tenggelam, bahkan ketika kegiatan berenang dilakukan secara berkelompok,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto




