TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satu sektor yang akan menghadapi tekanan fiskal pada 2027. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus melakukan strategi agar para pelaku UMKM dapat bertahan nantinya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. Dirinya mengatakan, keterbatasan anggaran membuat sejumlah program, khususnya pelatihan, harus dikurangi. Namun, kondisi tersebut tidak berarti pemerintah menghentikan pendampingan terhadap pelaku UMKM.
Kata dia, penguatan UMKM selams ini dilakukan melalui berbagai program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari pelatihan kemasan, pendampingan sertifikasi halal hingga pengembangan kemampuan pelaku usaha.
“Memang 2027 program kami yang tadinya mungkin banyak kegiatan-kegiatan pelatihan, itu sangat-sangat minim sekali. Makanya minim pelatihan bukan berarti minim pendampingan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pihaknya saat ini tengah memperluas pola kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya mengandalkan dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemerintah juga menggandeng komunitas yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM.
“Tidak hanya sekarang kita menyasar ke perusahaan-perusahaan yang punya CSR, tapi kita juga coba berkolaborasi dengan komunitas TDA. Itu hal positif yang akan terus kita kembangkan ke depan,” jelasnya.
Selain pendampingan, Diskoperindag Berau pun merencanakan dan menysusun strategi terhadap akses pembiayaan yang saat ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang kini mendapat perhatian serius.
Pihaknya bersama pihak terkait berupaya membangun komunikasi dengan perbankan agar pelaku UMKM lebih mudah memperoleh fasilitas pembiayaan.
Dirinya menilai bahwa keterlibatan pelaku usaha juga semakin penting, terutama ketika kemampuan pemerintah dalam melakukan kegiatan secara langsung terbatas.
“2027 tentunya kami berharap teman-teman para pelaku UMKM itu yang lebih proaktif ketika ingin mendapat fasilitas-fasilitas itu,” jelasnya.
Untuk UMKM yang berada jauh dari pusat perkotaan, Diskoperindag akan mendorong pola kolaborasi dengan perusahaan di wilayah sekitar. Salah satunya melalui pengembangan produk kerajinan rotan di Kecamatan Segah yang sebelumnya telah mendapatkan pendampingan.
“Kita harapkan selanjutnya mereka yang ambil alih. Untuk daerah-daerah yang jauh dari jangkauan kota, tentunya kita berharap kolaborasi dengan para perusahaan yang ada di sekitar situ untuk pembinaan UMKM,” tuturnya.
Ia menambahkan, meski kegiatan pelatihan berkurang, layanan pendampingan tetap terbuka. Pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan dipersilakan datang langsung ke Diskoperindag.
“Pintu kantor Diskoperindag terbuka lebar untuk mereka. Kami tidak berhenti untuk melayani itu,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





