TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan ruang bagi sanggar seni dan masyarakat untuk menampilkan beragam kesenian dalam berbagai momentum.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan seni tradisional, termasuk tari-tarian, menjadi salah satu bagian penting dalam tugas pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan kebudayaan.
Menurutnya, berbagai kesenian lokal perlu terus diberikan ruang tampil, terutama ketika Berau menggelar kegiatan atau perayaan tertentu yang melibatkan masyarakat luas.
“Sekarang pada bidang kebudayaan, tari-tarian dan seni tradisional itu menjadi bagian dari tugas kami untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkannya,” kata Yuda, Kamis (17/9/26).
Ia menjelaskan, keterlibatan sanggar seni menjadi salah satu bentuk nyata dalam menjaga eksistensi kebudayaan. Salah satunya Sanggar Balut Putung yang turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan seni di daerah.
Selain memberikan kesempatan tampil, Disbudpar juga terus melakukan pembinaan terhadap sejumlah sanggar dan kelompok seni yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.
“Ketika ada event-event tertentu, kalau bisa kita tampilkan, ya kita tampilkan. Apalagi ini hari jadi, momentumnya keseluruhan daerah, kita tampilkan semuanya,” ujarnya.
Yudha menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada kesenian yang berasal dari masyarakat asli Berau. Berbagai kesenian yang dibawa masyarakat dari daerah lain juga dinilai sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang perlu mendapat ruang.
Ia menyebut budaya dari berbagai etnis, termasuk tari Jawa dan tari Sulawesi, turut menjadi bagian dari keberagaman budaya yang hidup di Berau.
“Prinsipnya, semua masyarakat yang punya inisiatif untuk melestarikan budaya itu menjadi bagian juga dari dinas kebudayaan dan pariwisata,” jelasnya.
Nantinya, Disbudpar Berau akan membuka peluang untuk mempertemukan berbagai kelompok seni dari beragam etnis dalam satu kegiatan. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat keberagaman budaya di Kabupaten Berau.
“Suatu saat kalau memang ada kesempatan tertentu, kita ingin kumpul dan menghadirkan masyarakat dari seluruh etnis budaya,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto




