TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kemarau panjang tak hanya mengancam hasil panen petani di Kampung Semurut, tetapi juga berpotensi mengganggu kemampuan mereka untuk kembali memulai musim tanam berikutnya.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah antisipasi. Melalui Dinas Pangan, pemerintah menyiapkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi petani yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut tidak sekadar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pemerintah ingin bantuan itu menjadi penyangga ekonomi bagi petani yang kehilangan hasil produksi akibat kemarau.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, porsi bantuan untuk petani terdampak memang disiapkan lebih besar dibandingkan bantuan pangan untuk kondisi bencana pada umumnya.
“Bantuan beras ini multi-fungsi. Selain untuk konsumsi keluarga, jumlahnya kami lebihkan agar bisa dikonversi atau membantu petani mempersiapkan bibit baru pada musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani sehingga mereka tidak harus mengeluarkan seluruh biaya dari awal setelah mengalami kerugian akibat gagal panen.
“Jadi, mereka tidak perlu terbebani biaya penuh lagi setelah mengalami kerugian akibat kemarau,” sambungnya.
Saat ini, proses penyaluran masih menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Berau. Setelah SK diterbitkan, bantuan CPPD tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang telah diverifikasi.
Dinas Pangan Berau sebelumnya telah melakukan verifikasi lapangan terhadap lebih dari 80 kepala keluarga (KK) di Kampung Semurut yang terdampak kekeringan.
Tenteram menyebut Semurut menjadi wilayah pertama yang mengajukan bantuan secara proaktif kepada pemerintah daerah.
“Kita salurkan ke sana karena Kampung Semurut sendiri menjadi wilayah pertama yang secara proaktif mengajukan bantuan ini,” jelasnya.
Di sisi lain, dampak kemarau terhadap produksi pertanian tidak serta-merta membuat kondisi pangan Berau ikut terancam. Dinas Pangan memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman.
Kabid Keamanan Pangan Dinas Pangan Berau, Sumarsono mengatakan, pasokan beras di daerah tersebut masih ditopang distribusi dari luar daerah, termasuk Sulawesi.
Menurutnya, pasokan dari luar daerah sejauh ini berjalan lancar. Ditambah dengan ketersediaan stok Bulog Berau, kondisi pasar beras dinilai masih cukup stabil.
“Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga yang ekstrem,” katanya.
Ia menambahkan, Bulog Berau juga telah memastikan kondisi stok beras dalam keadaan aman.
Dengan demikian, perhatian pemerintah kini tidak hanya menjaga ketersediaan pangan di pasar, tetapi juga memastikan petani yang terdampak kemarau memiliki ruang untuk bangkit dan kembali berproduksi pada musim tanam berikutnya. (ADV)





