TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Partai Golkar Kabupaten Berau memasang target peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Salah satu target yang diproyeksikan yakni meraih tujuh kursi DPRD Kabupaten Berau.
Target tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin, usai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Berau masa bakti 2026-2031. Dalam Musda tersebut, Sarifatul Syadiah ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Berau.
Husni mengatakan, target tujuh kursi tidak hanya menjadi target internal Golkar Berau, tetapi merupakan bagian dari proyeksi partai secara berjenjang, mulai dari daerah hingga tingkat pusat.
Menurutnya, peningkatan perolehan kursi harus dibarengi dengan penguatan hubungan partai dengan masyarakat. Salah satu strategi yang ditekankan yakni menjadikan sekretariat partai sebagai rumah aspirasi dan rumah rakyat.
“Dari pusat memang kita dicadangkan untuk membuat sekretariat itu sebagai rumah aspirasi, rumah rakyat, rumah konsolidasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat di sekitarnya,” ujar Husni.
Ia menjelaskan, keberadaan sekretariat tidak boleh hanya berfungsi sebagai kantor administratif partai. Lebih dari itu, sekretariat harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, melakukan konsolidasi hingga mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.
Ia menyebut, dengan pola tersebut, Golkar berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat dan memahami secara langsung kebutuhan di lapangan.
“Kita menyatu dengan masyarakat, kita tahu kesulitan masyarakat, kita tahu mencari solusi dari kesulitan itu. Sehingga otomatis kemudian mendongkrak keterpilihan kita,” katanya.
Husni meyakini, kedekatan antara partai dan masyarakat akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan serta pilihan politik masyarakat pada Pemilu mendatang.
“Percayalah, menang pilih pasti menang pilihan kita,” tegasnya.
Selain target perolehan kursi, Husni juga mengungkapkan adanya ketentuan internal Partai Golkar Kaltim terkait posisi ketua DPD. Ketua partai, kata dia, harus memiliki keberanian untuk maju sebagai calon kepala daerah.
Ia mengaku, pernyataan tersebut sekaligus menjadi salah satu alasan Golkar memberikan dukungan kepada Sarifatul Syadiah untuk memimpin Golkar Berau periode 2026-2031 sekaligus membuka peluang untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2029.
“Tadi sudah saya sampaikan sebetulnya, rapat pleno Golkar Kaltim mensyaratkan bahwa siapapun yang menjadi ketua harus berani untuk menjadi calon kepala daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, apabila dalam perjalanan seorang ketua berinisiatif untuk tidak maju sebagai calon kepala daerah, maka yang bersangkutan diwajibkan mengundurkan diri dari jabatan ketua.
“Kalau kemudian dalam perjalanannya dia berinisiatif untuk tidak menjadi calon kepala daerah, maka dia wajib mundur sebagai ketua. Itu partai integritas,” tegas Husni.
Menurutnya juga, ketentuan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepemimpinan partai yang memiliki komitmen dan keberanian untuk membawa Golkar semakin besar di daerah.
Di sisi lain, ia kembali menekankan pentingnya menjadikan sekretariat partai sebagai pusat aktivitas masyarakat.
“Kalau kantor kita jauh dengan rakyat, otomatis kita juga jauh dengan rakyat. Kalau kemudian kantor itu jadi tempat diskusi, tempat konsolidasi, tempat berkomunikasi masyarakat dengan Partai Golkar, otomatis juga dekat dengan kita,” jelasnya.
Husni menilai kedekatan tersebut akan membangun rasa memiliki masyarakat terhadap partai. Ketika masyarakat merasa dekat dan diperhatikan, kepercayaan terhadap partai pun diyakini akan semakin kuat.
“Ketika dekat, orang sayang. Kalau sayang, tentu memilih,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




