TANJUNG REDEB – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Bumi Batiwakkal di tengah kondisi kemarau dan dampak El Nino.
Selain mengoptimalkan penanganan karhutla melalui tim terpadu serta menggelar Salat Istisqa bersama masyarakat sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan, Pemkab Berau juga bergerak melakukan upaya modifikasi cuaca.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menyampaikan permohonan dukungan langsung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Upaya tersebut mendapat respons cepat. BNPB membentuk tim untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan mengirimkan personel ke Kabupaten Berau.
“Alhamdulillah, upaya kita direspons cepat BNPB. Hari ini timnya sudah tiba di Berau dan pesawat yang mendukung operasi akan tiba besok,” ungkap Bupati.
Respons BNPB tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-122/BNPB/D-III/PD01.04/08/2026 tertanggal 22 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut Surat Bupati Berau Nomor 300.2.3/600/BPBD.SEKR tanggal 19 Agustus 2026 tentang Permohonan Bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan Water Bombing.
Dalam surat tersebut disampaikan bahwa BNPB melalui pihak ketiga dengan dukungan kementerian/lembaga terkait akan melaksanakan OMC di wilayah Kabupaten Berau pada 24 hingga 28 Agustus 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi, Pemkab Berau diminta menunjuk personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau guna melakukan pemantauan harian kegiatan OMC sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait di wilayah Berau.
“Untuk itu saya sudah menginstruksikan kepada tim terkait untuk terus berkoordinasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” tandasnya.
Langkah OMC ini menjadi bagian dari upaya bersama Pemkab Berau dan pemerintah pusat dalam menghadapi kondisi karhutla serta mempercepat hadirnya hujan di wilayah yang terdampak kemarau berkepanjangan. (Prokopim)





