TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan hak dan tunjangan pegawai tetap menjadi perhatian di tengah kondisi keuangan daerah yang mengalami efisiensi. Pemkab Berau berkomitmen untuk mengupayakan agar tunjangan, khususnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), tidak mengalami pemangkasan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan tidak ada keinginan pemerintah daerah untuk mengurangi hak pegawai. Penyesuaian anggaran akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Tidak ada keinginan kita untuk memotong. Artinya kita menyesuaikan anggaran, kita berusaha jangan sampai kemudian tunjangan, terutama TPP itu tidak dilakukan pemangkasan,” ujarnya.
Menurutnya, meski pemerintah daerah saat ini harus melakukan efisiensi anggaran, komitmen untuk memenuhi hak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap dipertahankan. Termasuk dalam hal jumlah tunjangan yang diterima pegawai.
“Walaupun dengan kondisi keuangan mengalami efisiensi, tapi sampai saat ini kita masih komitmen untuk tetap memberikan hak ke semua ASN,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, besaran maupun jumlah penerima tunjangan akan terus diupayakan agar tetap dipertahankan. Namun, pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.
“Untuk jumlahnya kita akan upayakan pertahankan. Tapi kalau untuk anggarannya, kita menyesuaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus menyusun kembali skala prioritas dalam penggunaan anggaran. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah belanja pegawai.
Ditambahkannya, setelah kebutuhan belanja pegawai dipenuhi, pemerintah daerah akan melihat kemampuan anggaran yang tersisa untuk membiayai program pembangunan lainnya, termasuk infrastruktur.
“Bisa jadi selama ini dengan anggaran yang banyak, banyak di kegiatan misalnya infrastruktur, baik jalan, jembatan, bangunan, ya tentu kita prioritaskan kepada belanja pegawai dulu. Jadi sisanya baru kita lakukan kegiatan perbaikan infrastruktur dan lain sebagainya,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





