TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pelaksanaan Maratua Musik akhir Juni 2026 ini dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan aktivitas wisata, kunjungan wisatawan, serta perputaran usaha masyarakat di sekitar kawasan destinasi.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menyebut peningkatan kunjungan selama kegiatan tersebut berpotensi mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara tidak langsung.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata seperti Maratua Musik tidak selalu masuk langsung melalui pendapatan pemerintah daerah, tetapi lebih banyak bergerak melalui sektor usaha masyarakat.
Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang dan tinggal lebih lama di Berau, maka semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta, mulai dari penginapan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.
“Semakin banyak orang datang, semakin banyak juga pendapatan yang bergerak. Pertama dari pemukiman atau tempat orang bermalam, kemudian dari aktivitas lainnya. Jadi ketika orang datang ke sana dan menginap, itu akan memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.
Ia menerangkan, kontribusi kegiatan wisata terhadap PAD juga perlu dilihat dari rantai ekonomi yang terbentuk. Pemerintah daerah memang tidak selalu menerima pemasukan secara langsung dari setiap kegiatan, namun masyarakat menjadi pihak yang mendapatkan manfaat utama melalui transaksi ekonomi.
“PAD itu bukan langsung yang kami dapatkan, tetapi dari UMKM. Sebenarnya masyarakat langsung yang mendapatkan hasil. Ketika usaha mereka berjalan, perputaran ekonomi meningkat, itu juga bagian dari dampak positif pariwisata,” katanya.
Yudha menambahkan, sejumlah destinasi wisata di Berau memang memiliki sistem pengelolaan yang menghasilkan pendapatan daerah, terutama objek wisata yang dikelola dengan mekanisme retribusi. Namun untuk kegiatan seperti Maratua Musik, fokus utama pemerintah adalah memperkuat daya tarik wisata dan meningkatkan kunjungan.
“Kalau PAD secara langsung memang tidak ada dari kegiatan itu, tetapi ada destinasi wisata yang dikelola pihak tertentu dan memiliki kontribusi. Untuk kegiatan seperti ini, kami lebih memfasilitasi agar pariwisata semakin maju dan kehidupan masyarakat ikut meningkat,” jelasnya.
Ia berharap penyelenggaraan event wisata di Berau dapat terus dikembangkan karena memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor. Selain memperkenalkan potensi wisata daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
“Yang penting bagaimana kegiatan ini bisa mengikatkan kehidupan masyarakat. Ketika wisata bergerak, UMKM bergerak, maka ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





