TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kabupaten Berau akan menjadi salah satu fokus perhatian tim verifikasi nasional pada awal Juli 2026. Sebanyak 15 geosite yang tersebar dari pedalaman hingga kawasan pesisir dijadwalkan menjalani pemeriksaan lapangan sebagai bagian dari proses penilaian usulan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Tim yang diterjunkan merupakan gabungan ahli dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kehadiran mereka bertujuan mencocokkan dokumen yang telah diajukan pemerintah daerah dengan kondisi nyata di lapangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M. Said, mengatakan proses verifikasi tersebut akan melibatkan para peneliti yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang geologi, lingkungan, hingga warisan budaya.
“Insyaallah kemarin hadir langsung tim verifikasi dari Universitas Padjadjaran, kemudian Universitas Hasanuddin. Itu yang akan turun nanti penelitinya,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat merupakan kawasan lintas kabupaten yang mencakup wilayah Berau dan Kutai Timur. Namun, jumlah titik yang akan diverifikasi di Berau lebih banyak dibandingkan wilayah tetangga tersebut.
“Jika di Kabupaten Kutai Timur terdapat 11 geosite, maka di Kabupaten Berau jumlahnya jauh lebih banyak, yaitu mencapai 15 geosite,” ungkapnya.
Belasan lokasi tersebut tersebar di berbagai kawasan strategis Berau, mulai dari Kecamatan Kelay hingga destinasi wisata bahari di Biduk-Biduk dan Maratua.
“Di Kabupaten Berau itu ada 15. 15 itu tersebar mulai dari Kelay sampai ke Biduk-Biduk, termasuk yang ada di Maratua,” tuturnya.
Dirinya menegaskan, penilaian geopark tidak hanya berfokus pada bentang alam maupun kawasan karst. Unsur sejarah, budaya, dan warisan peradaban lokal juga menjadi bagian penting yang akan dinilai oleh tim verifikasi.
“Ini bukan hanya karst saja. Misalnya keraton, karena itu termasuk dalam situs-situs. Jadi Geopark ini bukan hanya alam, tapi budaya juga termasuk di dalamnya,” katanya.
Verifikasi lapangan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh data dan dokumen yang telah diajukan Pemkab Berau sebelumnya benar-benar sesuai dengan fakta di lokasi.
“Kalau seandainya itu dapat diverifikasi, ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi kita di Kabupaten Berau. Sehingga kemudian Geopark Sangkulirang Mangkalihat ini menjadi salah satu investasi di bidang pariwisata,” jelasnya.
Pemkab Berau pun mulai melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan tim verifikasi. Sejumlah organisasi perangkat daerah telah diminta memastikan seluruh kebutuhan pendukung di lokasi geosite tersedia dan dalam kondisi siap.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kelengkapan papan petunjuk, akses menuju lokasi, fasilitas penunjang lapangan, hingga kesiapan situs-situs budaya yang masuk dalam kawasan geopark. Untuk fakta di lapangan, pihaknya pun sudah meminta kepada dinas-dinas terkait ya.
“Contoh misalnya penunjuk jalan, aksesibilitas, kemudian perangkat-perangkat yang dibutuhkan. Termasuk misalnya ada situs-situs warisan budaya seperti di Kelay dan sebagainya, kita minta kepada dinas terkait untuk mempersiapkan itu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jika proses verifikasi berjalan sesuai harapan, Geopark Sangkulirang Mangkalihat diyakini dapat menjadi pengungkit baru bagi sektor pariwisata Berau, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi geowisata dan budaya unggulan di Kalimantan Timur. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





