TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – For Revange sukses membuat penonton merayakan patah hati pada malam Mak Dendang Vol 1, Sabtu (18/4/26) di Lapangan THR, Jalan Diponegoro 1, Tanjung Redeb.
Penampilan itu pun menjadi penutup dari rangkaian Adira Expo dan Mak Dendang Vol 1 garapan Event Organizer (EO) Mata Sanggam yang telah terlaksana sejak (16/4/26) lalu, serta diisi oleh sekitar 30 tenant UMKM di area acara.
Acara itu dibuka sejak sore dan ditutup secara resmi pada pukul 19.00 WITA oleh pihak Adira dan perwakilan EO Mata Sanggam.
Direktur EO Mata Sanggam, Morten, mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang telah hadir dengan membeli tiket untuk menyaksikan Mak Dendang Vol. 1 tahun 2026 ini.
“Terima kasih kepada penonton yang sudah rela membeli tiket dan tetap datang walau sempat ragu karena hujan yang sempat melanda sebelum acara ini dimulai,” ujarnya.
Bahkan, ia tidak menyangka bahwa yang datang tidak hanya masyarakat Kabupaten Berau, tetapi juga dari Provinsi Kalimantan Utara yang rela hadir menyaksikan malam puncak kegiatan tersebut.
“Saya kaget karena ada penonton dari Tanjung Selor, bahkan dari Nunukan yang memberikan pesan melalui Instagram kami. Semoga kalian terhibur,” bebernya.
Pihaknya pun menaruh komitmen agar Mak Dendang Vol 2 nantinya akan dilaksanakan dengan skala festival yang lebih besar lagi.
“Selamat menyaksikan dan sampai bertemu di Vol 2 dengan kegiatan yang lebih meriah lagi,” tandasnya.
Pesta patah hati itu pun dibuka oleh tarian daerah, kemudian dilanjutkan penampilan band lokal Semestaku yang namanya sudah cukup dikenal. Band lokal ini langsung membawakan lagu-lagu pembuka bertema patah hati.
Tidak lama setelah itu, momen yang ditunggu penonton pun tiba. For Revange muncul menyapa penonton dengan lagu-lagu yang membuat penonton seakan merayakan patah hati bersama.
Setelah beberapa lagu, For Revange kembali menyapa para penonton dengan semangat yang luar biasa.
“Berau! Siap untuk merayakan patah hati?” teriaknya.
Sederet lagu patah hati pun dibawakan, dengan penonton yang terus mengiringi. Teriakan, penghayatan, hingga air mata menetes dari sejumlah penonton saat lagu penutup berjudul “Penyangkalan” dinyanyikan.
“Terima kasih telah merayakan patah hatinya,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim




