TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Berau mulai terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan tahun ini.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah memutar strategi agar program prioritas tetap berjalan, termasuk dengan mengandalkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa selama ini sebagian pembangunan di Berau masih ditopang bantuan dari pemerintah provinsi. Meski belum sepenuhnya mencukupi, dukungan tersebut dinilai cukup membantu menutup keterbatasan anggaran daerah.
Di tengah kebijakan efisiensi yang juga dirasakan pemerintah provinsi, ia berharap program-program yang telah direncanakan untuk Berau tidak ikut terhenti. Menurutnya, kesinambungan pembangunan harus tetap dijaga demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Program dari provinsi yang sudah direncanakan untuk Berau, kami harap tetap berjalan. Walaupun saat ini kondisi anggaran sama-sama terbatas,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta peran aktif anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari daerah pemilihan Berau agar turut mengawal program-program tersebut. Dukungan legislatif dinilai penting untuk memastikan alokasi anggaran tetap tersedia dan pelaksanaan kegiatan tidak terhambat.
“Kami sangat membutuhkan dukungan DPRD Provinsi, khususnya dapil Berau, untuk mengawal program yang bisa dibawa ke daerah ini,” tambahnya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan kewenangan provinsi. Hingga kini, masih terdapat sejumlah ruas jalan dengan kondisi belum optimal dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sri Juniarsih menilai, perbaikan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Berau.
“Masih ada beberapa jalan provinsi yang pengerjaannya belum maksimal. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan akses jalan menuju wilayah pesisir, khususnya lima kecamatan yang berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor kunci dalam menarik minat wisatawan.
Peningkatan kualitas jalan selama ini terbukti berdampak pada kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Berau. Bahkan, tahun ini disebut sebagai periode dengan jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Akses menuju kawasan wisata seperti Pulau Derawan pun tak luput dari perhatian. Jalur Maluang–Samburakat yang menjadi akses utama dinilai perlu segera diperbaiki guna menunjang kenyamanan pengguna jalan.
“Infrastruktur menuju kawasan wisata, terutama ke arah Pulau Derawan, harus segera dibenahi karena sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kelancaran akses,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




