TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Perayaan hari jadi kampung di sejumlah wilayah Kabupaten Berau masih didominasi oleh inisiatif dan pembiayaan mandiri dari pemerintah kampung bersama masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, yang menyebut tidak semua kampung secara rutin memperingati hari jadinya.
Menurutnya , agenda perayaan hari jadi kampung umumnya bersifat lokal dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kampung.
“Memang ada beberapa kampung yang rutin menggelar perayaan hari jadi, tetapi tidak semuanya memperingati. Itu tergantung inisiatif dan kesiapan masing-masing kampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini kegiatan perayaan hari jadi lebih banyak diselenggarakan secara mandiri oleh pemerintah kampung, baik dari sisi perencanaan maupun pembiayaan. Sumber anggaran biasanya berasal dari Alokasi Dana Kampung (ADK), dukungan pihak ketiga, hingga swadaya masyarakat.
“Selama ini kampung mengadakan sendiri kegiatan hari jadinya. Pembiayaan biasanya dari ADK, pihak ketiga, dan juga swadaya masyarakat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, perayaan hari jadi kampung sering diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba olahraga hingga pertunjukan seni dan adat. Namun, untuk kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya, Tenteram menyarankan agar mengacu pada data dan pembinaan dari instansi terkait.
“Untuk acara adat atau seni budaya, biasanya ada datanya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Begitu juga dengan kegiatan olahraga, mungkin bisa berkoordinasi dengan Dispora,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Disbudpar dalam kegiatan yang berpotensi menarik wisatawan. Menurutnya, sinergi antar perangkat daerah sangat diperlukan agar kegiatan kampung tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi.
“Kalau kegiatannya berpotensi mendatangkan wisatawan, sebaiknya Disbudpar tetap dilibatkan agar bisa dikemas lebih baik dan terpromosikan,” tegasnya.
Beberapa contoh kegiatan adat yang dinilai memiliki daya tarik wisata antara lain tradisi meja panjang dan bakudung batiung, yang kerap menjadi bagian dari perayaan di kampung-kampung tertentu. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





