TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, membuka Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Berau Tahun 2026, Selasa (10/3/26).
Forum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang akan bermuara pada penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2027.
Dalam kesempatannya, Said menyampaikan bahwa forum perangkat daerah merupakan bagian dari mekanisme perencanaan pembangunan yang berfungsi sebagai ruang konsolidasi dan harmonisasi program antar-organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, forum ini sangat strategis untuk memastikan setiap program yang dirancang tidak berjalan secara sektoral, melainkan terintegrasi dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Forum ini menjadi ruang untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, serta kesepakatan terhadap rancangan program dan kegiatan yang telah disusun masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui forum ini juga akan diuji konsistensi antara prioritas pembangunan daerah, sasaran strategis dalam dokumen perencanaan jangka menengah, hingga rencana kerja tahunan. Dengan demikian, program yang dihasilkan benar-benar berbasis data serta menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Lebih lanjut, Said menekankan bahwa tujuan utama forum ini adalah untuk mewujudkan sinkronisasi dan sinergitas antar-perangkat daerah agar target pembangunan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, mengurangi potensi tumpang tindih program, serta memastikan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.
“Dengan pendekatan kolaboratif, setiap perangkat daerah diharapkan dapat memahami peran dan kontribusinya secara proporsional dalam kerangka pembangunan daerah yang lebih komprehensif,” jelasnya.
Dirinya juga menegaskan pentingnya akuntabilitas kinerja perangkat daerah dalam setiap proses perencanaan. Melalui forum ini, indikator kinerja, target capaian, hingga kebutuhan pendanaan dapat dibahas secara terbuka dan rasional sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan memiliki daya implementasi yang tinggi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta seluruh OPD agar secara maksimal menyampaikan serta membahas usulan program prioritas yang berasal dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Usulan tersebut nantinya kata dia, akan diselaraskan dengan rancangan Rencana Kerja (Renja) masing-masing OPD sebagai bagian dari tahapan menuju Musrenbang Kabupaten Berau yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026 mendatang.
“Saya mengimbau seluruh OPD untuk menetapkan kerangka kerja serta target kinerja yang jelas agar program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tema RKPD Kabupaten Berau Tahun 2027 menekankan pada penguatan fondasi ekonomi daerah agar tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Said menilai, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks. Dinamika global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat menuntut pemerintah untuk bekerja lebih inovatif dan kolaboratif.
“Pemerintahan modern tidak lagi bisa bekerja secara konvensional dan sektoral. Kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi digital menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Ia juga berharap hasil forum ini dapat menjadi pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan yang lebih terarah, tepat sasaran, dan mampu bersinergi antar-sektor maupun antar-wilayah.
Dalam proses perencanaan tersebut, Said menekankan pentingnya keterlibatan DPRD melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang berasal dari aspirasi masyarakat.
“Kami berharap pokok pikiran DPRD dapat terakomodasi bersama dengan program eksekutif dalam Musrenbang, sehingga tercipta harmonisasi antara legislatif dan eksekutif dalam pembangunan daerah,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





