TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Komitmen pemerataan pendidikan di wilayah kepulauan kembali disuarakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto. Ia mendorong agar pembangunan sekolah tingkat SD dan SMP di Pulau Maratua dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran tanpa sistem bertahap.
Menurutnya, wilayah terluar seperti Pulau Maratua membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam penyediaan sarana pendidikan yang layak.
Ia menilai, kesenjangan fasilitas antara daerah kepulauan dan daratan tidak boleh terus terjadi.
“Pendidikan di daerah kepulauan, termasuk Maratua, menjadi hal yang sangat penting. Jadi kalau bisa pembangunan SD dan SMP di Pulau Maratua dilakukan langsung dalam satu tahun anggaran, tidak bertahap,” tegasnya.
Dedy berpandangan, pola pembangunan yang dicicil justru berpotensi memperlambat peningkatan kualitas pendidikan. Ia menilai, kebutuhan ruang belajar yang representatif di Maratua sudah mendesak dan tidak seharusnya ditunda dengan skema pengerjaan jangka panjang.
“Saya menganggap ketika dilakukan secara bertahap, itu sama saja kita gagal. Apalagi kita ingin anak-anak kita di sana belajar dengan serius. Kalau mereka belajar di ruangan baru, tentu keseriusan mereka akan datang,” ujarnya.
Ia menekankan, kondisi fisik sekolah sangat memengaruhi semangat belajar siswa. Ruang kelas yang nyaman dan fasilitas yang memadai diyakini mampu meningkatkan motivasi serta fokus peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Lebih lanjut, Dedy menyebut percepatan pembangunan sekolah di Maratua menjadi tanggung jawab bersama antara legislatif dan eksekutif. Ia meminta agar pemerintah daerah menjadikan program tersebut sebagai prioritas utama dalam pembahasan dan penetapan anggaran.
“Ini yang menjadi PR kita semua dan harus dipikirkan ke depan. Maka dari itu, usulan-usulan pembangunan fasilitas pendidikan kalau bisa langsung dianggarkan untuk pengembangan pendidikan di wilayah tersebut,” katanya.
Ia berharap kebijakan penganggaran benar-benar mencerminkan komitmen pemerataan pembangunan, termasuk di sektor pendidikan.
Baginya, anak-anak di Maratua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas belajar yang setara dengan siswa di wilayah daratan Kabupaten Berau.
Dedy juga mengingatkan bahwa momentum penyusunan anggaran harus dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan politik anggaran yang kuat, ia optimistis pembangunan sekolah dapat direalisasikan tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
“Pendidikan ini penting jadi kalau bisa segera direalisasikan,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





