TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Satuan Lalu Lintas Satlantas Polres Berau mencatat hasil positif selama pelaksanaan Operasi Keselamatan yang digelar sejak 15 Januari hingga awal Februari 2026.
Dalam periode tersebut, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Berau dilaporkan tidak mengalami peningkatan.
Kasatlantas AKP Rhondy Hermawan menyampaikan bahwa operasi ini difokuskan pada upaya preventif guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
“Alhamdulillah selama operasi berlangsung, tidak ada kenaikan angka lakalantas. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai meningkat,” ujarnya dalam rilis kepada media.
Meski angka kecelakaan terkendali, jumlah penilangan justru mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan optimalisasi penggunaan perangkat ETLE Mobile Handheld, yang memungkinkan petugas melakukan penindakan elektronik secara langsung di lapangan.
Selain penilangan, petugas juga meningkatkan teguran simpatik sebagai bentuk edukasi kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, terutama terkait penggunaan helm dan kelengkapan administrasi kendaraan.
“Operasi keselamatan memang mengedepankan pendekatan humanis. Namun jika sudah berulang kali ditegur dan tidak diindahkan, tentu akan kami tindak,” jelasnya.
Satlantas mencatat pelanggaran paling dominan saat ini berasal dari penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong).
Dari sekitar 50 kendaraan yang diamankan dalam penertiban selama tiga bulan terakhir, sebanyak 49 kasus berkaitan dengan pelanggaran tersebut.
Penertiban juga menyasar aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Kendaraan yang terjaring langsung diamankan sebagai barang bukti untuk memberikan efek jera.
“Kendaraan kami amankan selama tiga bulan. Ini bentuk komitmen agar pelanggaran tidak terulang,” tegasnya.
Berdasarkan pemetaan petugas, aktivitas balap liar umumnya terjadi pada malam hingga dini hari, dengan waktu berkumpul mulai pukul 22.00 hingga 01.00 Wita, terutama pada hari libur dan selama bulan Ramadan.
Pelaku didominasi usia produktif, mulai remaja hingga sekitar 30–40 tahun. Untuk pelanggar di bawah umur, polisi memanggil orang tua dan melakukan pembinaan sebelum dikembalikan kepada keluarga.
Satlantas juga mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan guna mencegah aktivitas tersebut muncul kembali.
Ke depan, Satlantas akan menggencarkan program edukasi berlalu lintas melalui kampanye sosial dengan sejumlah slogan, di antaranya, “Tiada Hari Tanpa Helm” dan “Berau Zero Knalpot Brong dan Zero Balap Liar”.
Program ini diarahkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai salah satu ciri masyarakat madani di Kabupaten Berau.
“Kami mengimbau masyarakat melengkapi administrasi pengemudi dan kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





