SAMBALIUNG , PORTALBERAU– Kerusakan jalan masih menjadi persoalan paling mendesak yang dirasakan masyarakat Kampung Sukan Tengah. Kondisi jalan poros, jalan permukiman, hingga jalan usaha tani yang rusak parah dinilai telah menghambat aktivitas warga, khususnya akses pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan langsung Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, saat menyampaikan aspirasi dalam forum perencanaan pembangunan.
Ia mengakui, pemerintah daerah telah banyak merealisasikan pembangunan pada 2025 lalu, namun persoalan infrastruktur jalan masih menjadi “luka lama” yang belum tertangani secara tuntas.
“Kalau kami di kampung ini, yang paling dirasakan masyarakat itu jalan. Jalan poros, jalan permukiman, sampai jalan tani. Kalau jalan tidak beres, semua ikut macet,” ungkap Bunyamin.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga sangat dirasakan oleh anak-anak sekolah.
Ia menyebut, setiap pagi para pelajar harus melintasi jalan berlumpur dan berlubang, terutama di sejumlah titik yang berada di sekitar wilayah perusahaan.
“Sekolah kami menderita. Anak-anak tiap pagi jatuh, melumpur. Ini sudah hampir setahun dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bunyamin juga menyoroti minimnya koordinasi antara pihak kampung dengan konsultan maupun organisasi perangkat daerah (OPD) ketika ada proyek pembangunan di wilayahnya.
Dirinya menegaskan, persoalan ini bukan soal ingin dihormati, tetapi agar pemerintah kampung dapat menjelaskan kondisi sebenarnya kepada masyarakat.
“Kalau ada masalah, ujung-ujungnya kepala kampung yang ditanya masyarakat. Tapi kami tidak tahu apa-apa karena tidak pernah diajak koordinasi,” katanya.
Selain berharap perhatian dari pemerintah daerah, Bunyamin juga mendorong perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah kampung untuk lebih peduli terhadap kondisi jalan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia menilai, kontribusi perusahaan sangat dibutuhkan untuk menutup lubang-lubang jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Kami berharap perusahaan mendengarkan arahan pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat terus menderita karena jalan rusak,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kampung Sukan Tengah memiliki 14 RT dan 11 lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal, yang seluruhnya sangat bergantung pada akses jalan yang layak.
Dengan kondisi anggaran kampung yang mengalami penurunan, pihaknya mengaku kesulitan jika harus menanggung sendiri perbaikan infrastruktur skala besar.
“Dana kampung kami terbatas. Sementara kebutuhan sangat banyak. Jalan ini benar-benar prioritas utama masyarakat,” ucapnya.
Bunyamin berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap perbaikan jalan di Kampung Sukan Tengah agar aktivitas warga, khususnya pendidikan dan perekonomian, dapat kembali berjalan normal.
“Harapan kami sederhana, jalan diperbaiki. Supaya masyarakat tidak terus-menerus menderita,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





