TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mencatat kinerja serapan anggaran yang tergolong baik hingga akhir Desember 2025.
Dalam kesempatannya, Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menyampaikan bahwa realisasi anggaran instansinya mencapai sekitar 90 persen dan seluruh program strategis tetap berjalan sesuai rencana.
Didi menjelaskan, dari total pagu anggaran Rp 35,66 miliar, Diskominfo Berau telah merealisasikan Rp 30,56 miliar. Sisa anggaran yang tidak terserap sebagian besar berada pada komponen belanja pegawai, khususnya belanja untuk formasi PPPK yang pada tahun anggaran berjalan tidak terisi.
“Meski terdapat sisa anggaran dan pengembalian dana, pelaksanaan program Diskominfo Berau tetap berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Lanjutnya, tidak Ada Hambatan Signifikan
Menurutnya, tidak terdapat hambatan berarti dalam proses penyerapan anggaran. Hanya saja, terdapat beberapa komponen belanja yang mengalami selisih sehingga harus dilakukan pengembalian dana sesuai regulasi.
Ia menyebut, salah satunya terkait program pemasangan 500 titik WiFi gratis pada tahun 2025. Dari target tersebut, realisasi yang tercapai sebanyak 487 titik. Selisih realisasi itu turut memengaruhi sisa anggaran yang tidak terpakai.
“Namun, seluruh program utama Diskominfo Berau tetap terealisasi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kendati demikian, kinerja Masih di Kategori Baik
Didi mengakui bahwa secara persentase, capaian serapan anggaran Diskominfo pada tahun 2025 mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun penurunan tersebut hanya sekitar 0,2 persen dan masih berada dalam kategori kinerja yang baik.
Program Layanan Publik Tetap Berlanjut 2026
Memasuki tahun anggaran 2026, Diskominfo Berau memastikan sejumlah program layanan publik tetap dilanjutkan. Di antaranya akses WiFi gratis bagi masyarakat serta layanan publikasi melalui videotron.
Pihaknya juga menargetkan pengelolaan anggaran di tahun berjalan dapat dilakukan lebih maksimal dengan tetap menjaga efektivitas program.
“Kami berupaya agar penyerapan tahun 2026 dapat lebih optimal, tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





