PULAU DERAWAN, PORTALBERAU– Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menjadi periode kunjungan wisata tertinggi di Pulau Derawan. Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, melaporkan total kunjungan wisatawan selama 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mencapai sekitar 8.000 orang.
Dari data kunjungan, sebanyak 6.196 wisatawan nusantara (WNI) dan 27 wisatawan mancanegara (WNA) tercatat masuk melalui Pelabuhan Tanjung Batu. Sementara itu, dari jalur Tarakan pada periode yang sama terdapat sekitar 2.000 pengunjung.
“Totalnya sekitar delapan ribuan wisatawan. Alhamdulillah seluruh rangkaian aktivitas wisata selama libur Nataru berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ungkap Indra.
Indra menyebutkan, pelayanan dasar di kawasan wisata kini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fasilitas penerangan sudah berjalan stabil dan selama masa libur tidak terjadi gangguan listrik yang berarti.
“Sejak fasilitas lampu ditingkatkan, Alhamdulillah sudah tidak ada kendala. Untuk kebersihan juga tertangani dengan baik,” katanya.
Lanjutnya, pengelolaan sampah dilakukan melalui tiga petugas kebersihan pantai, ditambah dua armada pengangkut sampah yang secara rutin membawa sampah ke Tanjung Batu.
“Dengan sistem itu, volume sampah selama puncak kunjungan masih terkendali dan tidak menumpuk,” jelasnya.
Diakuinya juga, sektor ekonomi lokal turut merasakan dampak signifikan. Tercatat sekitar 500 kamar penginapan terisi penuh sejak 25 Desember hingga 4 Januari.
“Penginapan selalu penuh di rentang tanggal itu. Pelaku UMKM juga berjalan aman, tanpa kendala distribusi maupun pelayanan,” papar Indra.
Ia menambahkan, tidak ada laporan gangguan keamanan maupun konflik selama arus kunjungan wisatawan.
Dirinya menyebut, untuk menjaga daya tarik wisata, pemerintah kampung terus melakukan penataan kawasan. Saat ini Derawan memiliki pojok wisata sebagai spot baru bagi pengunjung, selain dukungan revitalisasi area Sanggalau serta peningkatan fasilitas dermaga umum.
“Sekarang wisatawan tidak bosan datang ke Derawan karena pilihan objek wisatanya makin variatif. Dermaga umum juga sudah bisa disandari dengan aman,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan bahwa, meski layanan infrastruktur sebagian besar membaik, dirinya menilai masih ada satu kebutuhan krusial yang perlu didorong, yakni stabilitas jaringan internet.
“Kami berharap ada peningkatan jaringan internet dari provider. Pada momen tertentu jaringan masih lelet, padahal ini penting untuk layanan wisata,” tegasnya.
Sementara untuk akses jalan, pihaknya memastikan sudah tidak ada kendala berarti, karena telah dilakukan perbaikan pada beberapa titik. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





