TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Memastikan kampung terjaga dari maraknya peredaran narkotika, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim menggelar Asistensi Desa Bersinar dan Inventaris Berbasis Masyarakat (IBM).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis dilaksanakan pada Rabu (17/12/25) di ruang Rapat Sangalaki Setkab Berau.
Dalam sambutannya Wabup Berau Gamalis memberikan pesan kepada BNNP Kaltim agar dapat terus menjalin kerjasama dengan pihak yang berada di daerah.
“Kami berharap kerjasama antara BNNK Berau dan BNNP Kaltim dapat terus terjalin untuk menekan peredaran narkotika di wilayah ini, seperti yang dilakukan saat ini,” ujarnya.
Pihaknya menyadari bahwa persoalan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bukan hal yang sepele dan dapat dikerjakan dengan waktu yang singkat.
“Kami perlu bersinergi dengan pihak lain yang berkaitan dan kami juga selalu melakukan agenda yang terpadu,” ungkapnya.
Menurutnya, program Desa Bersinar ini merupakan inisiatif BNN dengan tujuan menjadikan desa/kelurahan sebagai garda terdepan untuk menghentikan peredaran narkoba.
“Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Penilaian ini pun berbasis masyarakat dengan sasaran penyalahgunaan narkotika keluarga maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
P4GN pada tahun 2025 pihaknya mengklaim mengadakan kampung tangguh anti narkoba yakni di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb.
“Kami juga aktif melaksanakan sosialisasi P4GN kepada siswa dengan pelaksanaan sebanyak 7 kali terkhusus di daerah pesisir dan hulu Kabupaten Berau. Dengan jumlah peserta sebanyak 100 siswa,” bebernya.
BNNK pun rutin melaksanakan tes urin bagi mereka siswa, mahasiswa yang berkuliah, pegawai di Kabupaten Berau, dan pegawai yang berada di luar Kabupaten Berau.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras aparat kepolisian, apalagi pihaknya mengandalkan peran aparat kepolisian dalam membantu memberantas narkotika,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





