TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Wakil Bupati Berau, Gamalis, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Berau guna memastikan kesiapan fasilitas penunjang dan aspek keamanan menjelang lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sejumlah objek wisata yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut meliputi Danau Biru Tulung Nilenggo di Kampung Tembudan, Air Terjun Nyalimah, destinasi wisata air Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, serta kawasan wisata bahari Pulau Kaniungan.
Gamalis mengatakan, momentum libur Nataru menjadi periode krusial bagi sektor pariwisata karena terjadi peningkatan signifikan jumlah wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Oleh karena itu, kesiapan destinasi harus dipastikan sejak dini.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh destinasi wisata siap menerima lonjakan pengunjung, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan kawasan, maupun aspek keamanannya,” ungkap Gamalis.
Menurutnya, monev dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana prasarana, aksesibilitas, kebersihan, serta kesiapan pengelola dalam mengatur arus pengunjung. Hal ini penting untuk mencegah penumpukan wisatawan dan potensi risiko kecelakaan, khususnya di destinasi wisata alam dan perairan.
“Wisata alam dan air memiliki risiko lebih tinggi. Karena itu, pengaturan jumlah pengunjung, penggunaan alat keselamatan, serta kesiapsiagaan petugas harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Di Danau Biru Tulung Nilenggo, Gamalis menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata dan kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan bahwa kawasan tersebut juga berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan pelestarian alam. Jangan sampai lonjakan kunjungan justru merusak ekosistem dan fungsi lingkungan,” katanya.
Sementara itu, saat meninjau Air Terjun Nyalimah, Gamalis menyoroti aspek keselamatan pengunjung, terutama pada jalur akses dan area sekitar air terjun yang rawan licin. Ia meminta pengelola untuk memperhatikan rambu keselamatan dan pengawasan di lokasi.
“Keamanan jalur dan pengunjung harus menjadi prioritas, apalagi saat musim libur dengan pengunjung yang ramai,” ujarnya.
Di Labuan Cermin, Gamalis mengecek kesiapan fasilitas wisata yang telah ditingkatkan, termasuk sarana penunjang dan pengaturan aktivitas wisata air. Ia berharap Labuan Cermin sebagai ikon wisata Berau dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan.
“Labuan Cermin ini destinasi unggulan Berau. Kita ingin wisatawan datang dengan rasa aman dan pulang membawa kesan baik,” katanya.
Adapun di Pulau Kaniungan, perhatian difokuskan pada kesiapan transportasi laut, kelayakan dermaga, serta penerapan standar keselamatan wisata bahari.
Gamalis mengingatkan pengelola untuk selalu memantau kondisi cuaca dan memastikan penggunaan alat keselamatan bagi wisatawan.
“Keselamatan di laut tidak bisa ditawar. Jangan memaksakan aktivitas wisata jika kondisi cuaca tidak mendukung,” tegasnya.
Gamalis menambahkan, Pemkab Berau akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, pemerintah kampung, serta pengelola wisata untuk memastikan pelayanan pariwisata selama Nataru berjalan optimal.
“Pariwisata ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Jika dikelola dengan baik dan aman, maka manfaatnya akan dirasakan bersama,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





