• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
18AprGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Rumah Restorative Justice, Wadah Mediasi Kasus Ringan hingga tanpa Pidana

admin by admin
18 Mei 2022
in Berau, Kriminal, Sosial
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, Nislianudin, meresmikan Rumah Restorative Justice, yang berada di Jalan Iswahyudi, Kelurahan Rinding, Rabu (18/5/22).

Rumah Restorative Justice merupakan lembaga atau wadah mediasi jika terjadi permasalahan hukum di dalam masyarakat dan bisa diselesaikan berdasarkan keadilan restoratif.

“Di Rumah Restorative Justice ini, kita akan melibatkan kedua belah pihak terkait kasus yang terjadi, yakni pelaku dan korban dengan didampingi dan disaksikan oleh tokoh masyarakat atau tokoh agama dan pemangku kepentingan di daerahnya,” ungkapnya.

Nislianudin menjelaskan, adapun kriteria dan syarat permasalahan hukum yang mendapatkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif adalah pada kasus yang dimana tersangkanya baru pertama kali melakukan tindak pidana kemudian akibat perbuatannya tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Selain itu ancaman pidana tidak melebihi lima tahun serta kerugian material yang tidak lebih dari Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Selain itu, kasus yang dapat diselesaikan dengan jalan keadilan restoratif ini adalah dimana pihak korban bersedia memaafkan tersangka.

“Kalau pihak korban bersedia memaafkan, bisa menjadi salah satu penentu mendapatkan penghentian tuntutan, baik dengan syarat maupun tanpa syarat, serta persetujuan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama yang setuju dengan adanya perdamaian tersebut” tambahnya.

Nislianudin menerangkan, pihaknya baru-baru ini sudah menerapkan Restorative Justice ini pada kasus penganiayaan di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), yaitu dengan tersangka berinisial RS.

“Dalam kasus tersebut tersangka dengan korban sudah sepakat berdamai dengan disaksikan tokoh masyarakat dan aparat kampung. Satu kasus itu sudah kami hentikan penuntutannya dan menjadi contoh penerapan Restorative Justice di Bumi Batiwakkal,” lanjutnya.

Dikatakannya, kedepan Restorative Justice akan terus diterapkan dengan melihat syarat-syarat yang telah ditentukan.

“Tidak semua perkara bisa dihentikan, kecuali perkara-perkara yang memenuhi syarat,” bebernya.

Nislianudin mengakui, sementara ini baru satu kantor pelayanan pengaduan yang disediakan oleh Kejari Berau yaitu di Kantor Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur. Tidak ada batasan untuk membuka tempat pelayanan laporan dari masyarakat tersebut. Dikatakannya semua kelurahan atau kampung juga dapat membuat Rumah Restorative Justice.

“Seluruh kelurahan maupun kampung bisa diterapkan. Selagi kelurahan dan kampung tersebut menyediakan tempat yang bisa memfasilitasi Kejari Berau maka kita bisa dirikan itu,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, laporan dari masyarakat bukan hanya laporan yang sudah disampaikan ke pihak kepolisian saja, melainkan kejadian yang baru terjadi bisa juga langsung dilaporkan ke Rumah Restorative Justice tersebut.

“Tentu kami akan melibatkan tokoh masyarakat dan Ketua RT sebagai mediator untuk menyelesaikan segala permasalahan hukum yang terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Berau, Madri Pani menyambut baik diresmikan Rumah Restorative Justice tersebut. Madri mengakui hal itu merupakan terobosan yang luar biasa.

Ketua DPRD Berau, Madri Pani, usai menghadiri peresmian Rumah Restorative Justice, di Kelurahan Rinding.

“Karena ada kasus-kasus ringan yang tidak perlu dipidanakan dan masih bisa dimediasi yang menemukan titik temu hingga kasusnya tidak sampai ke kepolisian dan kejaksaan,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan kurangnya kasus yang terindikasi ringan tersebut, tentu dapat meringankan beban negara dalam hal pembiayaan.

“Kurangnya penanganan kasus tentu mengurangi beban negara juga,” pungkasnya. (yud/mrt)

Previous Post

Antisipasi Wabah PMK, Distanak Larang Hewan dari Luar Kota Masuk ke Berau

Next Post

Ojek Online Bakal Hearing Terkait Dampak Penutupan Jembatan Sambaliung

admin

admin

Next Post

Ojek Online Bakal Hearing Terkait Dampak Penutupan Jembatan Sambaliung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Investasi Berau 2025 Tumbuh Positif, PMA Naik dan Layanan Perizinan Makin Prima

Investasi Berau 2025 Tumbuh Positif, PMA Naik dan Layanan Perizinan Makin Prima

by admin
2 April 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Kinerja penanaman modal di Kabupaten Berau sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan...

WFH Jumat Dikritik DPRD Berau, Dedy Okto: Berpotensi Ganggu Pelayanan Publik

WFH Jumat Dikritik DPRD Berau, Dedy Okto: Berpotensi Ganggu Pelayanan Publik

by admin
2 April 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai kritik dari...

Hadapi Efisiensi Anggaran, Bupati Berau Sri Juniarsih Minta ASN Tetap Maksimalkan Kinerja

Hadapi Efisiensi Anggaran, Bupati Berau Sri Juniarsih Minta ASN Tetap Maksimalkan Kinerja

by admin
2 April 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung tidak boleh menjadi alasan menurunnya kinerja aparatur sipil negara (ASN)...

Sekda Berau M Said Akui Krisis Nakes di RSUD Talisayan, Pemkab Tunggu Proses Pengisi

Sekda Berau M Said Akui Krisis Nakes di RSUD Talisayan, Pemkab Tunggu Proses Pengisi

by admin
2 April 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Pemkab Berau mengakui adanya kendala kekurangan tenaga medis di RSUD Talisayan yang berdampak pada terganggunya pelayanan...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In