TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Prestasi di tingkat nasional kembali menjadi panggung bagi generasi muda Kabupaten Berau untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Kali ini, dua putra-putri Bumi Batiwakkal berhasil mengukir pencapaian dalam Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026 dengan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.
Keduanya adalah Anisa Suliyanti dan Ahmad Awwaludin yang mewakili Kalimantan Timur. Anisa berhasil meraih posisi Runner Up III serta gelar Putri Budaya Indonesia Terfavorit 2026. Sementara itu, Ahmad memperoleh penghargaan Putra Budaya Best Advokasi 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Berau memiliki peluang untuk tampil kompetitif di tingkat nasional, termasuk melalui bidang kebudayaan yang membutuhkan wawasan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap pelestarian warisan daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengapresiasi pencapaian kedua perwakilan tersebut.
Menurutnya, hasil yang diraih Anisa dan Ahmad menunjukkan bahwa potensi anak muda daerah dapat berkembang ketika mendapat kesempatan dan dukungan yang memadai.
“Prestasi ini memperlihatkan bahwa generasi muda Berau memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.
Dijelaskannya, pemerintah daerah turut memberikan dukungan dalam mempersiapkan kedua peserta sebelum mengikuti kompetisi.
“Bantuan tersebut mencakup pembekalan pengetahuan kebudayaan, pendalaman materi advokasi, peningkatan kemampuan berkomunikasi, persiapan mental, hingga dukungan pembiayaan untuk mengikuti kegiatan,” jelasnya.
Menurutnya, persiapan tersebut penting karena ajang pemilihan putra-putri budaya bukan semata-mata kompetisi untuk memperoleh gelar. Para peserta juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai pengenalan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ketika mengikuti ajang seperti ini, mereka membawa identitas daerah, bukan hanya nama pribadi. Karena itu, wawasan tentang kebudayaan harus diperkuat agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar mencerminkan nilai dan kekayaan budaya yang kita miliki,” terangnya.
Ia menilai, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dapat menjadi salah satu cara memperluas jangkauan promosi warisan lokal.
“Kita lihat kemampuan berbicara di depan publik, kegiatan advokasi, maupun pemanfaatan berbagai platform komunikasi, anak muda memiliki ruang untuk memperkenalkan tradisi daerah kepada kalangan yang lebih luas,” tuturnya.
Capaian tahun ini juga melanjutkan rekam jejak Berau dalam kompetisi Putra Putri Budaya Indonesia. Pada 2022, perwakilan daerah tersebut pernah meraih gelar Grand Winner dan Runner Up III Putri Budaya Indonesia.
Catatan itu menjadi dorongan agar partisipasi generasi muda Berau dalam bidang kebudayaan terus diperluas. Pemerintah daerah berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya mengenal tradisi sebagai bagian dari identitas, tetapi juga memiliki keberanian untuk mempromosikan dan menjaga keberlangsungannya.
Pihaknya berharap prestasi Anisa dan Ahmad dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mengembangkan kemampuan serta mengambil bagian dalam pelestarian budaya.
“Kesempatan seperti ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperkenalkan budaya Berau, sekaligus memastikan warisan daerah tetap dikenal dan dihargai oleh generasi mendatang,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





