TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November di Kabupaten Paser. Namun, keterbatasan anggaran, terutama untuk pemusatan latihan atau training center (TC), masih menjadi kendala.
Ketua KONI Kabupaten Berau, Taupan Majid, mengatakan pihaknya menyiapkan 47 cabang olahraga (cabor) untuk berlaga pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Jumlah atlet, pelatih, dan ofisial yang diproyeksikan berangkat mencapai sekitar 730 orang.
Jumlah itu belum termasuk panitia dan unsur pendukung lainnya. Dengan demikian, total personel yang terlibat dalam kontingen Berau diperkirakan mencapai sekitar 800 orang.
“Jadwal Porprov sudah ditetapkan pada 14 sampai 27 November di Paser. Sekarang kami mematangkan persiapan, termasuk jumlah peserta dan kebutuhan kontingen yang akan diberangkatkan,” ujarnya.
Taupan menjelaskan, tahapan persiapan juga berlanjut melalui Delegation Registration Meeting (DRM) yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pemantapan data delegasi dan peserta sebelum penandatanganan hasil DRM pada 26 Oktober.
Anggaran Rp4,5 Miliar, Kebutuhan Ideal Rp11 Miliar
Di tengah persiapan tersebut, persoalan anggaran masih menjadi tantangan. Taupan menyebut, berdasarkan pembahasan bersama DPRD Berau, terdapat tambahan anggaran sebesar Rp3 miliar. Tambahan itu terdiri dari Rp1,5 miliar melalui anggaran perubahan dan Rp1,5 miliar dari hasil pembahasan bersama DPRD.
Dengan demikian, total anggaran yang tersedia untuk kebutuhan Porprov disebut mencapai Rp4,5 miliar, termasuk alokasi pada anggaran murni dan tambahan anggaran perubahan. Jumlah tersebut belum mencakup kebutuhan pengadaan pakaian kontingen.
Meski demikian, KONI menilai anggaran ideal untuk mempersiapkan kontingen Berau jauh lebih besar. Berdasarkan perhitungan yang diajukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kebutuhan keseluruhan diperkirakan mencapai Rp11 miliar.
“Kalau kami menghitung kebutuhan secara ideal, angkanya sekitar Rp11 miliar. Itu termasuk persiapan atlet, pemusatan latihan, uji coba, nutrisi, vitamin, dan kebutuhan pendukung lainnya,” jelasnya.
Saat ini, anggaran yang tersedia diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan wajib, seperti transportasi, akomodasi, serta uang saku atlet dan ofisial. Pemesanan hotel untuk kebutuhan kontingen pun telah dilakukan.
Namun, pemenuhan kebutuhan keberangkatan tersebut belum menjamin seluruh program pembinaan atlet dapat berjalan optimal.
TC Belum Teranggarkan, Atlet Berlatih Mandiri
Taupan mengungkapkan, salah satu kebutuhan yang belum memperoleh alokasi anggaran khusus adalah pemusatan latihan atau TC. Padahal, setelah babak kualifikasi, atlet idealnya menjalani latihan terstruktur selama beberapa bulan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mematangkan kesiapan mental.
Akibatnya, sejumlah atlet saat ini menjalani TC secara mandiri karena belum tersedianya anggaran khusus untuk program tersebut.
KONI Berau juga berupaya memfasilitasi sejumlah cabor yang membutuhkan uji coba sebelum bertanding di Porprov. Rekomendasi keberangkatan untuk mengikuti uji coba diberikan kepada beberapa cabor sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan.
Menurut Taupan, uji coba penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil latihan. Melalui pertandingan melawan atlet dari daerah lain, pelatih dapat mengetahui perkembangan kemampuan dan aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Kalau kita ingin mencapai target, atlet tidak cukup hanya berlatih biasa. Mereka perlu pemusatan latihan, uji coba, serta dukungan nutrisi dan vitamin. Mental bertanding juga harus dibangun agar mereka lebih percaya diri saat menghadapi lawan,” katanya.
KONI Harap Dukungan Perusahaan
Untuk menutupi kekurangan anggaran, KONI Berau berencana mendorong keterlibatan perusahaan yang tergabung dalam Dewan Penyantun KONI. Upaya tersebut menjadi salah satu solusi yang dibahas bersama DPRD agar persiapan kontingen bisa berjalan lebih maksimal.
Taupan berharap Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dapat memfasilitasi pertemuan dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang untuk membahas peluang dukungan dunia usaha terhadap pembinaan olahraga dan kebutuhan kontingen Porprov.
Menurutnya, koordinasi melalui kepala daerah diperlukan untuk menghimpun perusahaan yang memiliki kapasitas mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Berau.
“Kami berharap bisa mengundang perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Dewan Penyantun KONI. Harapannya ada solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan yang masih kurang, terutama untuk persiapan atlet,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan dunia usaha dibutuhkan agar persiapan tidak hanya berfokus pada keberangkatan atlet, tetapi juga pada peningkatan kualitas latihan sebelum pertandingan.
Meski masih menghadapi keterbatasan anggaran, KONI Berau terus berupaya mematangkan persiapan 47 cabor yang akan berlaga di Porprov Kaltim 2026. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembinaan sehingga atlet Berau bisa tampil lebih siap dan bersaing secara maksimal. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





